by

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin Prihatin Tiga Hektar Hutan Dibabat Pencari Cacing Sonari

Mayjen Tatang Zaenudin (Ke-4 dari kanan) saat memberikan keterangan pers soal cacing sonari.[FPII}
RADARINDONESIANEWS.COM, CIBODAS – Isu Cacing Sonari yang menggemparkan masyarakat Jabar mendapat perhatian banyak kalangan, termasuk mantan Deputi Basarnas Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin.
Dalam kaitan tersebut, sebagai putera Jawa Barat, Mayjen (Purn) ini diminta oleh awak media untuk angkat bicara tentang hutan lindung yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sabtu (15/7) bersamaan dengan acara Wisata Rimba dan Pelantikan Pengurus Setwil FPII DKI Jakarta.

“Sebagai warga asli Cianjur, saya merasa bertanggung jawab terhadap hutan lindung dan saya juga prihatin mengenai kasus pembabatan pohon yang berada di Taman Nasiona Gunung Gede Pangrango dimana sekitar +/- 3,5 hektar dengan jumlah +/- 300 pohon yang dibabat habis oleh para pemburu yang saya lihat sendiri dan benar – benar sangat memprihatinkan karena dampaknya mengakibatkan tanah longsor, banjir dan kesengsaraan bagi warga sekitar,” Tegas Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin.

Bagi Tatang, kerusakan hutan bukan masalah kecil dan ini dianggapnya masalah serius,“Hanya karena kepentingan kelompok pemburu untuk meraup kekayaan dari pencarian cacing sonari saya juga mendengar bahwa mereka melakukannya dengan menebang pohon hanya untuk memudahkan kelompok tersebut mencari cacing sonari dengan menggunakan sensor mesin untuk menebang pohon,” ujar Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin.

Dalam keterangan pers yang digelar di hadapan para jurnalis, Tatang terlihat kecewa dan berang atas tindakan pelaku perusakan hutan tersebut.

“Banyak kerugian yang dialami oleh saudara kita. Sebanyak 300 pohon yang di tebang para pemburu mengakibatkan banjir di wilayah Cianjur. Jika ini dibiarkan saya tidak mengerti bencana apa lagi yang akan dialami saudara kita bahkan banyak daerah yang belum pernah terkena banjir sekarang sudah mulai terkena banjir. Banyak kerugian materil yang dialami bahkan nyawapun akan menjadi korban akibat pelaku penebangan yang tidak bertanggung jawab tersebut” jelas Tatang Zaenudin.[Tri Wulan/GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =

Rekomendasi Berita