by

Membangun Kemuliaan Negeri Dengan Hijrah Dan Istiqamah

-Opini-24 views

 

 

 

Oleh:  S.W. Retnani S.Pd, Pr

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Pada tanggal 10 Agustus 2021 lalu, peringatan tahun baru Islam tidak bisa dirayakan secara serempak, semarak dan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 mengharuskan kita mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) dan tidak boleh berkerumun. Momen 1 Muharram 1443 Hijriah tahun ini pun tak lepas dari momen duka-cita dunia.

Pandemi ini seyogyanya membuka jalan hijrah kepada semua umat manusia dan bangsa bangsa di permukaan dunia. Kondisi ini sejatinya lebih memantapkan hati untuk senantiasa ikhlas dan istiqamah di jalan yang diridai Allah Swt agar pandemi dan seluruh problematika negeri +62 ini segera tuntas. Begitu pula kemuliaan umat Islam dan kejayaan negeri ini kembali bersinar bagai mercusuar.

Namun sayang, semangat hijrah ini masih terinternalisasi baru sebatas  kumpulan individu, belum terealisasi pada ranah yang lebih luas, negara dan bangsa. Padahal di balik peringatan tahun baru Islam terdapat momentum kebangkitan Islam dan kaum muslim. Tanggal 1 Muharram merupakan tonggak sejarah kejayaan dan kemuliaan umat Rasulullah saw.

Momentum dan proses hijrah yang diimplemetasikan Rasulullah saw. dari Mekah ke Madinah membawa peradaban Islam yang cemerlang dengan lahirnya konsep negara Islam yang kemudian – setelah wafatnya Rasulullah saw, dilanjutkan oleh para Khalifah. Pada masa inilah peradaban Islam telah menjadi mercusuar yang menerangi peradaban dunia.

Kemuliaan islam dan kaum muslim menggema di seantero bumi Allah Swt. Kemajuan ilmu pengetahuan para generasi muslim pada saat itu, senantiasa membuat decak kagum. Hal ini terbukti dengan banyaknya para pakar dan ilmuan muslim.

Namun sejak runtuhnya Khilafah, negeri-negeri kaum muslim mengalami kemerosotan, kemunduran, terpecah-belah, tertindas, teraniaya dan terzalimi secara fisik, budaya maupun pemikiran.

Sistem kapitalis-sekuler yang digaungkan musuh-musuh Islam telah mengubah standar kemuliaan dan kemajuan negeri-negeri kaum muslim. Mereka memandang kemuliaan negeri ini akan terwujud jika sistem perekonomian mengekor standar dan sistem perekonomian negara-negara barat yang berorientasi kapitalistik sekuler.

Bagaimana dengan sistem ekonomi Indonesia?

Dilansir cnnindonesia.com, menteri PPN/kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6%. Ia yakin Indonesia akan menjadi negara maju pada 2045.

Pertanyaannya, apakah sistem kapitalis-sekuler mampu menjamin kemajuan negeri zamrud khatulistiwa dan kemuliaan umat Islam?

Kita tidak bisa berharap pada sistem Barat yang kosong dengan nilai nilai agama (religion value), yang notabene jauh dari syariat Islam secara kaffah yang dikejawantahkan di seluruh aspek kehidupan.

Banyak kita temukan sebagai fakta bahwa perekonomian kapitalis itu menghalalkan berbagai cara seperti keserakahan, riba dan legalnya barang-barang yang telah diharamkan.

Belum lagi fakta -fakta miris yang muncul akibat sistem sekuler-liberal. Misalnya, krisis moneter yang terus menghantui, kemiskinan kian meluas, moralitas kian bebas tak ada batas, perpolitikan negeri ini pun kian naif dan menjijikkan, agama hilang kewibawaannya, hukum keadilan berpihak pada orang-orang kaya (tajam ke bawah tumpul ke atas). Di kancah internasional pun negeri ini hanyalah pengekor negara-negara adidaya. Sungguh memilukan dan memalukan.

Firman Allah Swt. yang artinya :
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (TQS. Thaha: 124).

Dalil ini menjadi sandaran pemahaman bahwa kemuliaan dan kemajuan negeri-negeri muslim hanya bisa terwujud dengan penerapan hukum Islam secara kaffah (menyeluruh).  Islam menjaga umat dari tindakan dan perilaku maksiat, serakah dan zalim.

Sungguh kebahagiaan, kesejahteraan, dan keadilan baik di dunia maupun akhirat hanya dapat diwujudkan dengan  keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Sejarah dengan tinta emas- telah mencatat kemuliaan dan kejayaan negeri-negeri muslim selama berabad-abad di bawah naungan sistem Islam.

Hanya dengan melalui hijrah menuju perubahan bangsa, negeri ini akan mulia. Seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara harus mengacu pada hukum-hukum Allah Swt dengan mengubah sistem politik,  hukum, ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya.

Hijrah bareng-bareng akan memudahkan kita untuk beristiqomah menjalankan seluruh perintah Allah SWT.  Hijrah individu dibarengi hijrah suatu negara akan mewujudkan cita-cita para pahlawan negeri ini.

Begitupun, predikat khoiru ummah yang Allah sematkan kepada umat Islam akan dirasakan oleh seluruh makhluk ciptaanNya. Kebaikan dan keindahannya akan menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Langkah awal kebangkitan dan kemuliaan umat adalah dengan hijrah dan istiqamah. Bangga berhijrah, bangga berislam secara kaffah.Wallahu a’lam bishshawab.[]

Comment

Rekomendasi Berita