![]() |
| Mr. Kan Hiung, pengamat politik dan hukum.[Dok/pribadi] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sesungguhnya tindakan menjadi politisi adalah perbuatan yang mulia, karena tujuan politik yang sesungguhnya mengutamakan penyelenggaraan kepentingan umum. Demikian dikatakan Mr. Kan Hiung kepada radarindonesianews.com, Kamis (15/11/2018).
“Namun faktanya banyak politikus yang sudah sukses dan menjadi penguasa lupa akan tujuan awalnya yang sebagaimana mestinya. Sehingga banyak dari mereka para politikus yang menyimpang dan berbalik tujuannya menjadi lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok.” Tegas Kan Hiung.
Sedangkan bagi para politikus yang terbiasa menyimpang akan berbuat segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umum, hanyalah dibuat berbagai bentuk atau variasi pencitraan palsu yang berwujud kebohongan demi kebohongan.
Bagi para politikus yang sudah terbiasa menyimpang tentunya mereka sudah tidak lagi beretika dan bermoral yang pada akhirnya dengan berputarnya roda kekuasaan silih berganti membuat beberapa kelompok politikus yang terbiasa menyimpang menjadi saling sandra dan menyandra.
Oleh sebab itu permasalahan suatu negara menjadi semakin hari semakin rumit dan terus menerus menumpuk.
Proses perputaran kebiasaan berpolitik seperti inilah yang membuat suatu negara dan bangsa terus menerus mengalami kemerosotan hingga timbul suatu kehancuran yang sangat mengerikan.
Seperti yang dinyatakan oleh Aristoteles seorang pakar ilmu negara bahwa tujuan negara adalah mengutamakan penyelenggaraan kepentingan umum, akan tetapi faktanya negara mengalami kemerosotan karena penyimpangan dari penguasa.
Saran dari saya, bagi pemuda di dunia ini, jika ingin menjadi politikus janganlah bertujuan mencari kekayaan pribadi, karena anda pasti menyimpang dan anda akan mengumpul dosa selama hidup di dunia ini.
Perlu kita sadari dan pahami tujuan politik yang sesungguhnya adalah untuk menyelenggarakan kepentingan umum, menciptakan kesejahteraan lahir dan batin yang adil dan merata, menciptakan ketertiban dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan melindungi hak asasi manusia pada setiap individu.[]
“Namun faktanya banyak politikus yang sudah sukses dan menjadi penguasa lupa akan tujuan awalnya yang sebagaimana mestinya. Sehingga banyak dari mereka para politikus yang menyimpang dan berbalik tujuannya menjadi lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok.” Tegas Kan Hiung.
Sedangkan bagi para politikus yang terbiasa menyimpang akan berbuat segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umum, hanyalah dibuat berbagai bentuk atau variasi pencitraan palsu yang berwujud kebohongan demi kebohongan.
Bagi para politikus yang sudah terbiasa menyimpang tentunya mereka sudah tidak lagi beretika dan bermoral yang pada akhirnya dengan berputarnya roda kekuasaan silih berganti membuat beberapa kelompok politikus yang terbiasa menyimpang menjadi saling sandra dan menyandra.
Oleh sebab itu permasalahan suatu negara menjadi semakin hari semakin rumit dan terus menerus menumpuk.
Proses perputaran kebiasaan berpolitik seperti inilah yang membuat suatu negara dan bangsa terus menerus mengalami kemerosotan hingga timbul suatu kehancuran yang sangat mengerikan.
Seperti yang dinyatakan oleh Aristoteles seorang pakar ilmu negara bahwa tujuan negara adalah mengutamakan penyelenggaraan kepentingan umum, akan tetapi faktanya negara mengalami kemerosotan karena penyimpangan dari penguasa.
Saran dari saya, bagi pemuda di dunia ini, jika ingin menjadi politikus janganlah bertujuan mencari kekayaan pribadi, karena anda pasti menyimpang dan anda akan mengumpul dosa selama hidup di dunia ini.
Perlu kita sadari dan pahami tujuan politik yang sesungguhnya adalah untuk menyelenggarakan kepentingan umum, menciptakan kesejahteraan lahir dan batin yang adil dan merata, menciptakan ketertiban dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan melindungi hak asasi manusia pada setiap individu.[]










Comment