by

Mukhaer Pakkana*: Exit Strategy Dan Pencarian Skema Keuangan Non-Perbankan

-Opini-14 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam kaitan pendirian bank milik persyarikatan Muhammadiyah, diperlukan pengkajian yang mendalam dan komprehensif dengan melibatkan akademisi, ahli keuangan, bankir profesional, manajer berpengalaman, pengusaha, dan SDM yang paham betul sosio-kultural Muhammadiyah.

Aspirasi dari berbagai daerah dan wilayah yang menghendaki keberadaan bank milik Muhammadiyah menjadi pemacu kuat Muhammadiyah untuk segera PP bergerak menyiapkan. Namun demikian, aspek risiko dan peluang bisnis harus nenjadi pertimbangan penting,

Kedua,trending topic yang mengemuka terhadap ide penarikan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi pemacu kuat agar Muhammadiyah segera berbenah dan mengonsolidasi diri atas kekuatan dan kapasitas Lembaga keuangan yang dimilikinya. Harus ada Langkah-langkah exit strategy yang gradual dan terukur.

Ketiga, segera mengonsolidasi Lembaga keuangan yang saat ini dimiliki Muhammadiyah, terutama BPRS dan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), ternasuk BMT dan Koperasi Syariah yang berafilisasi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan struktur pengurusan Muhammadiyah.

Lembaga keuangan ini yang jumlahnya ratusan unit di berbagai daerah/wilayah harus dikuatkan terkait kapasitas organisasi, manajemen, dan keuangan, termasuk konsolidasi aksi korporasinya.

Keempat, kecenderungan ke depan, Lembaga keuangan (bank dan non bank) mengarah pada pengelolaan keuangan berbasis financial technology (Fintech). Diperlukan Fintech Muhammadiyah yang inklusif yang bisa menjangkau pelayanan baik warga persyarikatan dan masyarakat umum. Termasuk, menghadirkan produk keuangan non-bank yang berbasis crowd-funding Sukuk Muhammadiyah, pengembangan wakaf tunai/produktif, dan lainnya.[]

*Ketua BSI Muhammadiyah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =

Rekomendasi Berita