by

Mustofa Hadi Karya: Majunya Pers Bukti Berkembangnya Demokrasi Di Indonesia

Mustofa Hadi Karya

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan dunia informasi publik dalam bentuk media massa menjadi indikator maju pesatnya kemerdekaan dan kebebasan pers di Indonesia. 

Dalam konteks sejarah sebuah negara, kemajuan dunia pers selalu diikuti dan sekaligus menjadi hak berdemokrasi suatu bangsa. Hal itu dikatakan Mustofa Hadi Karya selaku ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Sabtu (28/5), saat dimintai keterangannya terkait kisruh informasi adanya 319 media abal abal yang dirilis salah satu media online Riau.
Dikatakannya, di dalam BAB I Ketentuan Umum UU Pers Nomor 40 tahun 1999 bahwa pembredelan atau pelarangan penyiaran, bentuk penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa tergolong melawan hukum.
“Kita punya hak tolak karena profesi, kita juga punya hak jawab dan hak koreksi. Jadi seyogyanya segala bentuk informasi yang dikategorikan dan tidak sesuai dengan konten etika profesi sebaiknya dicarikan solusi secara persuasif.” Papar Mustofa Hadi Karya  yang akrab disapa Opan ini.
Ditambahkan Opan, era digital saat ini, perkembangan teknologi mau tidak mau harus diikuti. Dewan Pers juga tidak boleh se- enaknya mengambil keputusan secara sepihak yang merugikan kaum pers di Indonesia.
“Menurut saya, pemberitaan yang dimuat salah satu media online terkait adanya ratusan media abal – abal itu merupakan sebuah skenario politik yang sengaja mengadu konsentrasi cerdas para jurnalis Indonesia, Sebaiknya teman teman tidak perlu membesar besarkannya karena akan muncul banyak opini negatif dan bahkan pembuat skenario untuk mengadu domba pers Indonesia itu akan tertawa senang.” Imbuh Opan.
Ditegaskan Opan bahwa maju dan pesatnya perkembangan pers Indonesia menjadi salah satu bentuk dan hak demokrasi bangsa.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 3 =

Rekomendasi Berita