by

Langgar HET, Hypermarket Detos Terancam Kena Sanksi

Kadis Disdagin, Kania Parwanti saat sidak HET di salah satu supermarket di Depok.
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok akan berikan sanksi terhadap hypermart Detos terkait tingginya harga jual telur ayam dan daging yang melampaui standard harga sesuai ketetapan Kementerian Perdagangan No. 58 tahun 2018 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) .
Pelanggaran itu diketahui pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok saat dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua supermarket di wilayah Margonda, Kamis,(24/5).
Kepala Disdagin Depok, Kania Parwanti mengatakan bahwa pihaknya akan berikan sanksi jika pihak pengelola hypermarket Detos tidak segera lakukan penyesuaian harga jual daging sesuai ketetapan pemerintah. “Kalau sampai Senin,(28/5) masih belum sesuai, akan diberi surat teguran dengan tembusan ke Provinsi dan Kemendag,” kata Kania, Jum’at,(25/5).
Sesuai aturan Kemenag yang baru tanggal 2 Mei No 58 Tahun 2018 tentang penetapan HET, harga jual daging Rp.80 ribu per kilogram, harga telur telah ditetapkan Rp.22 ribu per kilogram dan daging ayam Rp.32 ribu per kilogram.
Dari hasil sidak, ditemukan harga jual daging dan telur ayam yang melebihi ketentuan yakni harga daging yang menembus Rp.95 ribu per kilogram dan harga telur ayam Rp.25 ribu per kilogram.
Pihak hypermart Detos, Anton, mengakui adanya ketidaksesuaian harga jual prodak pangan tersebut. “Segera kita perbaiki. Kami akan ikuti himbauan pemerintah” katanya
Dalam sidak, pihak Disdagin Depok juga melakukan pengecekan masa kadaluarsa pada bahan olahan makanan dan minuman yang ada di hypermarket Detos dan Margo City. Saat itu pihak Disdagin tidak menemukan makanan minuman kadaluarsa. “Dari hasil pengecekan tidak ditemukan bahan pangan yang kadaluarsa. Sedang harga daging dan telur ayam di Margo City masih sesuai standard,” terang Kania.
Kegiatan serupa, lanjut Kania, akan terus dilakukan pihak Disdagin. Kegiatan itu juga merupakan bagian dari pengawasan, sosialisasi dan pembinaan terhadap para pelaku usaha. Lebih dari itu, pihaknya juga telah mengedarkan standard harga sesuai yang ditetapkan pihak kementerian perdagangan. 
“Kegiatan serupa akan kami lakukan kembali di 15 titik lokasi sidak. Jika ditemukan permasalahan serupa kami juga akan konsultasikan pada pihak provinsi dan kemendag,” terangnya. (Ko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − thirteen =

Rekomendasi Berita