by

Kabid DKUM Depok, Yana Ariatna: 118 Koperasi di Depok Berpotensi Bubar

Kabid Kelembagaan dan Sumberdaya Manusia, DKUM Depok, Yana Ariatna
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Dari hasil penyuluhan dan evaluasi di tahun 2016 -2017, pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat mencatat ada 118 lembaga koperasi yang berpotensi bubar dan terkena sanksi atministratif berupa pencabutan ijin usaha koperasi. 

Dari 549 jumlah lembaga koperasi, sebanyak 118 diantaranya kini tengah dievaluasi dan diberikan penyuluhan lantaran dinilai pasif dan berpotensi dibubarkan. Kendati demikian, pembubaran sejumlah koperasi yang tidak aktif itu akan dilakukan setelah masa penyuluhan dan evaluasi usai dilakukan.

 “Kepastian bubar tidaknya 118 koperasi itu baru bisa diketahui setelah usai masa penyuluhan dan evaluasi dilakukan yakni mulai April hingga Agustus, ” Kata Kepala Bidang Kelembagaan Sumber Daya Manusia, Yana Ariatna, Kamis,(24/5).

Menurutnya, proses penyuluhan dan evaluasi telah dilakukan sejak bulan April hingga Agustus pada 118 lembaga koperasi tersebut. Setelah itu nantinya akan terlihat berapa banyak koperasi yang akan dilakukan revitalisasi atau dibubarkan. “Jika tidak aktif, ya dibubarkan agar tidak banyak jumlah koperasi yang tidak aktif,” katanya. 

Salah satu indikator aktif tidaknya suatu lembaga koperasi dapat diketahui melalui agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang secara rutin dilakukan tiap satu tahun sekali. Jika kurun waktu tiga tahun RAT tidak berjalan, maka lembaga koperasi tersebut terkategori sebagai koperasi yang tidak sehat.

Pada lembaga koperasi yang selama 3 tahun koperasi tidak lakukan RAT, pihak DKUM akan akan laporkan pada pihak Kementerian untuk dikeluarkan legalitas pembubaran koperasi yang tidak aktif,” kata Yana.

Menurutnya, koperasi mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Lantaran itu pihaknya melakukan penyuluhan – penyuluhan pada lembaga koperasi yang ada di Depok. “ Penyuluhan dilakukan di hari kerja. Sedang untuk RAT cenderung di hari Jumat, saptu, dan minggu. Dan setelah program penyuluhan selesai di bulan Agustus, koperasi diminta buat RAT tahun berikutnya,” kata Yana. (Ko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 19 =

Rekomendasi Berita