by

Nur Wahida Lota*: Pembiasaan Berhijab Sejak Dini Berbahaya, Benarkah?

-Opini-21 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini media asal jerman Deutch Welle (DW) dihujat sejumlah tokoh dan netizen karena membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak memakai jilbab sejak kecil. Dalam video itu, DW Indonesia mewawancarai perempuan yang mewajibkan putrinya mengenakan hijab sejak kecil. DW Indonesia juga mewawancarai psikolog Rahajeng Ika. Ia menanyakan dampak psikologis bagi anak-anak yang sejak kecil diharuskan memakai jilbab.

“Mereka menggunakan atau memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekuensi dari pemakaiannya itu,” kata Rahaeng Ika menjawab pertanyaan DW Indonesia.

“Permasalahannya apabila di kemudian hari bergaul dengan teman-temannya, kemudian agak punya pandangan yang mungkin berbeda, boleh jadi dia mengalami kebingungan, apakah dengan dia pakaian begitu berarti dia punya batasan tertentu untuk bergaul,” tambahnya.

DW Indonesia juga mewawancarai feminis muslim, Darol Mahmada tentang dampak sosial anak yang diharuskan memakai hijab sejak kecil. Menurut Darol Mahmada, wajar-wajar saja seorang ibu atau guru mengharuskan anak memakai hijab sejak kecil.

“Tetapi kekhawatiran saya sebenarnya lebih kepada membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena dari sejak kecil dia ditanamkan untuk misalnya “berbeda” dengan yang lain,” kata Darol Mahmada. Dikutip dari (jurnalgaya 26 september 2020).

Bahkan untuk memperkuat pernyataan dan pertanyaan mereka, dalam video tersebut disambungkan dengan pendapat beberapa orang psikologi yang justru terlihat lebih berpihak pada postingan dan tujuan DW Indonesia. Dan tidak menyertakan pendapat dari alim ulama dan cendikiawan muslim yang mumpuni.

Akibatnya DW diserang oleh netizen, karena sudah mencoba untuk bertindak secara sepihak namun disisi lain justru tidak memperlihatkan “niat” yang baik, walaupun DW Indonesia sempat menjawab beberapa komentar netizen yang masuk, dengan bertindak seolah-olah bijaksana, namun tetap saja menjadi bulan-bulanan netizen. (Gelora.co 26 september 2020).

Berbagai upaya untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya bahkan takut dengan agamanya sendiri seperti ini akan terus digencarkan oleh para pembenci Islam.

Mereka mengatakan bahwa memakaikan hijab sejak dini, akan menghambat perkembangan anak, anak merasa terkekang dengan segala aturan yang harus dipatuhi sebelum waktunya hingga anak merasa terbatas dalam bergaul sehingga membuat anak jadi ekslusif itu merupakan pemikiran-pemikiran yang sangat keliru.

Kesemua stigma-stigma negative diatas tentu tidak dapat dilepaskan dari propaganda busuk kafir barat. Ada maksud jahat yang tersembunyi dibalik penyataan-pernyataan tersebut.

Salah satu point utamanya yakni tentu menjauhkan Islam dari kaum muslimin, maka semua program mereka rancang untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk serangan terhadap pembiasaan hijab tadi, yang merupakan bagian dari agenda yang dibuat oleh kafir barat dan anteknya untuk merusak pemikiran dan menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Alhasil, membuat para ibu kaum muslimin ragu dan khawatir ketika hendak mengajarkan anaknya untuk menutup aurat sehingga terbentuklah generasi-generasi yang bebas tanpa mau di atur oleh aturan agama sesuai yang diharapkan dan keinginan mereka, dengan begini berhasilah kafir barat dalam programnya, licik sekali bukan.

Dengan begitu, pemikiran rusak seperti ini sangat berbahaya bagi umat Islam terkhusus kaula muda, akan membuat generasi semakin liberal atau bebas.

Terlebih jika dibandingkan pembiasaan anak taat sejak dini dengan yang dibiarkan bebas sangatlah berbeda jauh. Anak yang tidak diajarkan pemahaman agama sedari kecil berpotensi besar tumbuh dengan sikap bebasnya terlebih ia menemukan lingkungan yang juga tak Islami, tentu akan sulit dan tak mau menutup aurat, bergaul tanpa batas, bahkan melakukan perzinahan hingga aborsi dan masih banyak lagi akbibat dari tidak adanya ilmu agama yang ia pegang sebagai petunjuk hidup, yang harusnya ia temukan pertamakali pada keluarga.

Berbeda halnya dengan anak yang ditanamkan pemahaman agama sedari kecil, disini peran orang tua sangatlah penting untuk mengenalkan sang anak terhadap agamanya, sebab keluargalah yang pertamakali membentuk kepribadian anak dengan Islam, sehingga nantinya anak akan tumbuh dengan ketataan, senantiasa berhati-hati dalam setiap aktivitasnya tidak terpengaruh dengan rusaknya lingkungan sebab ia sudah memiliki pegangan yang kuat yakni Islam sebagai petunjuk hidupnya. Dan tentu hal ini akibat pembiasaan orang tua pada anak untuk taat sejak kecil.

Membiasakan anak sejak dini untuk taat, bukan berarti memaksakan anak untuk melakukan sesuatu tanpa memberi tahu mengapa ia harus melakukanya.

Dalam melakukan suatu pembiasaan maka perlu disertakan alasan dan dorongan yang benar mengapa harus dilakukan dan apa konsekuensinya jika tidak dilakukan, agar kelak ia mengamalkannya dengan kesadarannya sendiri bukan suatu keterpaksaan. Alhasil, terbentuklah generasi yang soleh dan solehah yang terbiasa untuk taat kepada Rabbnya hingga ia tumbuh dewasa.

Islam Meluruhkan Pemikiran Rusak

Dalam sistem Islam yang berjalan dengan aturan-aturan Allah SWT, tentu akan menindaklajuti dengan tegas orang-orang yang membuat kerusakan pada Islam dan kaum muslimin, pun negara dalam Islam akan meniadakan serangan-serangan asing terhadap ajaran Islam dengan berbagai macam hal. Salah satunya seperti memberi hukuman pada oknum yang sudah menyerang Islam, serta mengawasi setiap pemikiran asing yang masuk pada umat Islam melalui jalur apapun. Misalnya dalam dunia sosial media.

Negara akan menyaring setiap konten yang akan diterima oleh warga negara, khususnya jika ada konten yang berasal dari asing jika berbahaya bagi kaum muslimin maka akan segera dihentikan dengan blokir dan dihapus. Pun negara akan memenuhi jagat sosial media dengan segala hal yang berfaedah yang dengannya akan menambah keimanan kaum muslimin.

Demikianlah sedikit gambaran bagaimana Islam meniadakan serangan-serangan asing terhadap syariat Islam dan kaum muslimin, tentu kesemua itu dapat berjalan dengan luarbiasa akibat penerapan aturan-aturan Islam secara keseluruhan disetiap lini kehidupan. Wallahu’alam Bisshawab.[]

*Mahasiswi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 15 =

Rekomendasi Berita