by

Nur Wahyuni Jamsur: Remaja Cerdas Tolak Pemimpin PHP Yang Tidak Taat Syariat

Nur Wahyuni Jamsur
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKRTA – Tak lama lagi kita akan menyaksikan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada bulan april 2019 mendatang. Seperti biasa untuk menampung suara-suara rakyat menggunakan wadah yang disebut dengan kotak suara. Namun ada yang berbeda di 2019 kali ini. Masyarakat dihebohkan dengan kotak suara yang dulunya berbahan aluminium namun bermetamorfosis menjadi kardus atau karton sebagai kotak pemungutan suara yang katanya kekuatan kardus atau karton tersebut sekuat aluminium. Sadar gak sih? 
Lanjut dengan berita disahkannya suara Orang Dengan Gangguan Jiwa disingkat ODGJ ikut serta dalam melakukan pemilihan. Sadar gak sih? (Sumber: https://indopos.co.id/read/2018/11/25/156569/pemilu-2019-suara-orang-gila-sah) 
Maka pikirkanlah baik-baik wahai remaja muslim yang sadar.  Kita tentu menolak lupa pada janji-janji sebelumnya. Salah satunya adalah akan menciptakan sepuluh ribu lapangan pekerjaan.
Namun pada kenyataannya, masih banyak pengangguran sebab sulitnya lapangan kerja. Kemudian menjanjikan pelayanan kesehatan gratis. Akan tetapi pelayanan BPJS kesehatan tak lagi melayani di tahun 2019. Lalu menjanjikan agar tidak ada lagi import pangan, beras, daging, jagung. Namun ternyata beras, jagung, garam semuanya diimport. Lalu dimana yang katanya ingin menghentikan barang import? 
Jika semua janji-janji tersebut hanya sebatas janji palsu, bukan kah itu termasuk pembohongan publik? 
Memilih pemimpin pembohong adalah kesalahan dan mempertahankan pemimpin pembohong adalah kejahilan. Bosan dengan pemimpin PHP. Sungguh kami rindu dengan pemimpin sejati.
Maka harapan kami bersama umat ditahun 2019, bukan sekedar ganti pemimpin melainkan juga ganti sistem pemerintahan. Bagaimana tidak? Jika selama ini yang digunakan adalah sistem buatan manusia dengan segala keterbatasan, rusak, jauh dari ridha Allah. Padahal bukankah Allah ta’ala adalah sebaik-baik pemberi keputusan (hukum)?
قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ ۚ مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ 
Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”. (QS.Al-An’am: 57)
Bumi ini milik Allah ta’ala maka kembalikan kepadaNYA agar semua penduduk bumi mendapat ridha dan diberkahi Allah.
Tidak kah kita melihat bagaimana bumi pada penghuninya? Apakah kita sadar bahwa semua itu terjadi disebabkan oleh penduduknya?
Allahu Rabbiy!
Sungguh hati ini rindu dengan kedamaian alam semesta, manusia dan kehidupan. Namun semua itu hanya bisa diraih dengan terwujudnya sistem pemerintahan Islam secara kaaffah dalam bingkai Khilafah ‘ala minhaji nubuwwah.Wallahu a’lam.[]

Penulis adalah KORDA Muslimah KARIM Indonesia Chapter Makassar

Comment

Rekomendasi Berita