by

Pagar Arcon Setinggi 3 M Di Meruyung Disoal, Lurah Akan Panggil Pihak Terkait

Warga Rt.01 korban penutupan Jl. H. Amin, saat memenuhi panggilan Lurah Meruyung.[Moer/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pagar Arcon setinggi + – 3 meter yang mengurung lahan seluas 6000 M2 lokasi di Rt 01 Rw 04 Kel.Meruyung Kec.Limo Kota Depok Jabar belakangan menuai polemik, pasalnya pagar di atas tanah bersertifikat a/n. Kusno tersebut berdampak kepada seluruh warga Rt. 01 yang tidak bisa lagi berlalu-lalang dalam menjalankan aktivitasnya baik ke sekolah maupun ke Masjid lantaran Jln. H Amin yang keberadaannya sudah lebih 50 tahun itu namun kini ditutup rapat dengan pagar Arcon oleh pemilik lahan .
Kepada radarindonesianews.com warga yang terkena imbas pagar tersebut mengatakan secara De’fakto jalan tersebut sudah menjadi jalan umum, dan jalan itu sudah ada sejak 50 tahun lalu Pemkot Depok pun sudah berulang kali membetonisasi jalan itu.
“Jalan yang kami lalui sudah menjadi jalan umum, kenapa gak dari dulu pemilik tanah itu tidak memprotes atau menutup jalan yang di klaimnya. terang salah seorang warga saat di konfirmasi radarindonesianews.com di kediamnya, Jumat (29/3/2019).
Warga menambahkan bahwa pernah mengajukan protas kepada Lurah dan melalui surat resmi Lurah mengundang seluruh warga yang terkait untuk bermusyawarah, namun musyawarah tersebut tidak berbuah titik terang lantaran Ketua Rt dan Ketua Rw serta pihak pengusaha yang terkait tidak bersedia masuk di ruang mediasi yang dipimpin Sekel setempat.
“Kami tidak tahu mengapa mereka tidak mau masuk.” terang waga dengan wajah kecewa .
Ditempat yang sama Lurah mengatakan, akan membuat surat panggilan sekali lagi, namun tidak berbarangan saya akan pelajari dulu seluruh data kepemilikan yang mereka miliki dan saya butuh waktu 5 hari termasuk memanggil pihak pengusaha walet, janji Lurah Meruyung di hadapan sejumlah Wartawan . 
Di tempat terpisah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ) Kota Depok berjanji akan panggil semua yang terkait, dan kepada warga di minta segera buat surat pengaduan kepada DPMPTSP. 
Terkait polemik ini pihak pengusaha walet ketika dikofirmasi sedang tidak di tempat, kalau mau ketemu bos terlebih dahulu bikin janji kata satpam yang sedang bertugas di tempat pengusaha walet tersebut. [Moer]

Comment

Rekomendasi Berita