by

Palestina Dokumentasikan 48 Pelanggaran Terhadap Wartawan Palestina

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kantor Media Pemerintah (GMO) Kementerian Informasi Palestina melaporkan sedikitnya 48 pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap para wartawan selama Maret 2017.


GMO menekankan, para wartawan dan profesional media di wilayah Palestina terkena serangan brutal dan sewenang-wenang selama melakukan pekerjaan dan tugas profesional mereka, saat berkontribusi untuk menyampaikan pesan kebebasan bagi rakyat Palestina.

Kantor GMO menyatakan penolakan mutlak dari kebebasan berpendapat, berekspresi dan informasi yang dijamin oleh hukum, demikian kantor berita Al-Ray melaporkannya yang dikutip MINA.

Unit Pemantauan GMO mendokumentasikan sejumlah kasus penangkapan dan penahanan terhadap 11 wartawan. wartawan yang ditahan diidentifikasi bernama Mohammed Al-Batroukh, penulis perempuan Khaleda Ghosheh, Samah Dweik, semua dari mereka dari Kota Al-Quds. Selain itu, Ayyoub Siwan dari Qalqiliya, Musab Said dari Bir Zeit, Mohammed Abed Rabbo dari Ramallah, Yousef Shalabi dari Tulkarem, Assem Mustafa dari Nablus dan Raed Abu Remaila dari Hebron, sementara Ali Al-Aweiwi dipanggil dua kali untuk diinterogasi.

Laporan tersebut mendokumentasikan enam kasus perpanjangan hukuman dan sidang penundaan untuk masing-masing Mohammed Al-Batroukh, yang penahanannya diperpanjang dan ditunda hingga lima kali, sementara penundaan dijatuhi kepada wartawan Hammam Atili.

Menurut laporan itu, jumlah serangan terhadap wartawan mencapai tujuh kasus, yang bervariasi antara penargetan langsung wartawan oleh tentara pendudukan Israel, serta beberapa kali menyerang mereka selama menjalankan tugas profesional mereka.

Wartawan yang terluka akibat serangan pasukan militer Israel diidentifikasi bernama Ahmad Shawar dari Qalqiliya yang terkena peluru karet berlapis logam, Raed Abu Rumeileh dari Hebron yang dua kali diserang selama bulan Maret. Juga tiga kasus mati lemas didokumentasikan pada wartawan Nasser Al-Shewikhi dan Zaher Abu Hussein, dari Ramallah, dan Mashhour Al-Hawah dari Hebron.

Sementara itu, sebanyak 17 operasi penyerbuan dan penggeledahan didokumentasikan terhadap empat percetakan, (Ibn Khaldun, Rosran, Al-Nahda, dan Al-Nahda Printing). Selain itu, pasukan Israel menggrebek rumah Musab Saad, Ali Al-Aweiwi dan pelukis Osama Nazzal. Selama penyerbuan, pasukan pendudukan Israel menyita peralatan dan melakukan penyerangan, pelanggaran ini mencapai sembilan kali.

Laporan tersebut mencatat empat kasus mencegah dan mengganggu kerja wartawan, di mana tiga kasus pelecehan yang didokumentasikan terhadap wartawan Mohammed Al-Qaiq, yang sedang menjalani perawatan berikut aksi mogok makan selama 33 hari.

GMO menyatakan keprihatinan yang mendalam, menyerukan semua organisasi-organisasi kemanusiaan dan HAM internasional dan khususnya Federasi Jurnalis Internasional, untuk menekan otoritas pendudukan Israel segera membebaskan semua wartawan yang ditahan di penjara-penjara Israel dengan alasan tak berdasar. (Rana)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =

Rekomendasi Berita