Paskah Yahudi (Passover): Peluang Unik untuk Dialog Muslim-Yahudi

Opini1020 Views

Penulis: Dr. Shamsi Ali, Lc | Direktur Jamaica Muslim Center dan President Nusantara Foundation New York

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Passover, atau Pesach, adalah peristiwa penting dalam sejarah Yahudi yang memperingati pembebasan Bani Israil dari perbudakan Mesir di bawah kekuasaan Firaun sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Kisah fundamental ini berpusat pada Nabi Musa, yang dengan bimbingan Allah memimpin kaumnya keluar dari penindasan. Narasi ini sarat dengan gambaran yang kuat: terbelahnya Laut Merah dan keselamatan dua belas suku Bani Israil.

Al-Qur’an juga merujuk pada peristiwa besar ini, menegaskan campur tangan Allah dalam menolong Musa dan para pengikutnya. Dalam QS. Al-Baqarah (2): 49–50, Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup perempuan-perempuanmu. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu.”

Demikian pula dalam QS. Al-A’raf (7): 141 disebutkan: “Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya yang menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup perempuan-perempuanmu.”

Dalam tradisi Islam, terdapat dua istilah Arab yang digunakan untuk menggambarkan Passover. Pertama, “An-Najaat” (النجاة) sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yang berarti “keselamatan,” merujuk pada pembebasan Bani Israil dari penindasan Firaun dan mukjizat penyeberangan Laut Merah. Kedua, “Al-Fasḥ” (الفصح), yang serupa dengan istilah Ibrani “Pesach,” yang berarti pembebasan atau pelepasan, khususnya terbebasnya Bani Israil dari tirani Firaun.

Pembebasan oleh Allah

Passover menegaskan peran aktif Allah dalam kehidupan manusia—membebaskan yang tertindas dan menunjukkan kekuasaan-Nya. Tema ini melintasi berbagai agama, menekankan pentingnya kepercayaan kepada pertolongan Ilahi.

Iman dan Ketaatan

Kepercayaan dan ketaatan Nabi Musa yang teguh kepada Allah membawa kebebasan bagi kaumnya. Teladannya menginspirasi umat beriman untuk mengikuti petunjuk Allah, bahkan dalam kondisi sulit.

Perlindungan dan Keselamatan
Darah anak domba yang menandai pintu rumah Bani Israil melambangkan perlindungan dan keselamatan. Ini sejalan dengan konsep Islam tentang pengorbanan dan harapan akan rahmat serta perlindungan Allah.

Keadilan Sosial

Passover menekankan kepedulian terhadap kelompok lemah dan tertindas, selaras dengan ajaran Islam tentang keadilan sosial. Umat didorong untuk membela yang tertindas dan memperjuangkan keadilan.

Keteguhan dan Tawakal

Perjalanan Bani Israil mencerminkan keteguhan dan kepercayaan terhadap rencana Allah. Kisah ini mengajarkan untuk tetap sabar dan yakin pada hikmah serta waktu yang ditentukan-Nya.

Pelajaran-pelajaran ini melampaui ruang dan waktu, memberikan panduan serta inspirasi bagi umat beragama di seluruh dunia. Pesan Passover tentang pembebasan, iman, dan keteguhan sangat relevan secara global, terutama di tengah konflik dan krisis kemanusiaan saat ini.

Ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kebebasan masih terus berlangsung, dan kita harus terus berupaya menciptakan dunia yang menjunjung kebebasan dan martabat manusia.

Peluang Unik untuk Dialog Muslim-Yahudi

Passover memberikan peluang istimewa untuk dialog antara umat Yahudi dan Muslim, dengan menyoroti nilai-nilai bersama dan keterkaitan sejarah.

Warisan Bersama

Baik Yahudi maupun Muslim mengakui Musa sebagai nabi, dan kisah eksodus juga terdapat dalam Al-Qur’an. Kesamaan ini dapat memperkuat rasa saling menghormati dan pemahaman.

Pembebasan dan Keadilan

Tema pembebasan dalam Passover selaras dengan nilai-nilai Islam tentang keadilan dan kasih sayang. Diskusi tentang nilai-nilai ini dapat mendorong solidaritas dan kerja sama.

Tantangan Bersama

Kedua komunitas menghadapi tantangan dan kesalahpahaman. Dialog terbuka dapat membantu mengatasi hal tersebut dan membangun kepercayaan.

Pertukaran Budaya

Berbagi tradisi Passover dan mempelajari praktik Islam dapat memperkaya pemahaman serta apresiasi terhadap budaya masing-masing.

Nilai-Nilai Universal

Menekankan nilai bersama seperti keramahan, sedekah, dan keadilan sosial dapat mempererat hubungan antara komunitas Yahudi dan Muslim.

Dengan menggali keterkaitan ini, dialog Muslim-Yahudi dapat menjadi sarana kuat untuk mengurangi kesalahpahaman dan kecurigaan, sekaligus membangun jembatan kerja sama dan saling pengertian.

Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa kejujuran adalah bagian mendasar dari iman. Bersikap jujur terhadap keyakinan dan nilai-nilai kita adalah hal yang sangat penting.

Passover, yang memperingati keselamatan dan pembebasan, seharusnya mengingatkan kita pada nilai-nilai universal agama: bahwa kebebasan dan martabat manusia adalah hak setiap orang, termasuk saudara-saudara kita di Palestina. Mari kita jujur dalam menyikapinya.[]

Comment