PD KB PII Jakarta Timur Gelar Raker 2026 dan Halal Bihalal di Bogor

Bogor, Daerah943 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR — Pengurus Daerah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PD KB PII) Jakarta Timur menggelar Rapat Kerja 2026 yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Basecamp Komunitas Iklim Sungai Cikeas (Kisuci), Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Ahad, 10 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di kawasan terbuka yang dikelilingi suasana hijau dan aliran Sungai Cikeas. Acara dipandu Budi sebagai pembawa acara dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota KB PII Jakarta Timur.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua PD KB PII Jakarta Timur Mohamad Anthoni, Ketua Panitia M. Noor, Pembina Maimun Zuba’ir, Sekretaris Jenderal PW KB PII DKI Jakarta Yusnarso, Ustadz Medy Zalfitri dari Lazisku, perwakilan PW PII DKI Jakarta, serta narasumber utama Dr. Ir. Hayu S. Prabowo, M.Hum., Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLHSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam sambutannya, M. Noor mengatakan rapat kerja tersebut merupakan amanat organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART KB PII. Menurut dia, forum itu menjadi sarana evaluasi sekaligus penyusunan program kerja ke depan.

Sementara itu, Mohamad Anthoni menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri. Ia mengingatkan bahwa Mei merupakan momentum Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama panitia, pengurus, anggota, serta dukungan Yayasan BAMUIS BNI dan Komunitas Kisuci, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Anthoni.

Dalam sesi dialog, dua perwakilan PW PII DKI Jakarta memaparkan kondisi terkini organisasi, termasuk agenda kaderisasi dan pelatihan yang akan berlangsung pada Juni 2026. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kebangkitan PII di tengah tantangan generasi muda saat ini.

Sekjen PW KB PII DKI Jakarta Yusnarso menekankan pentingnya organisasi memiliki dampak sosial yang nyata. Ia juga menyoroti perlunya pemetaan kaderisasi dan penguatan program berkelanjutan.

Menurut Yusnarso, salah satu gagasan yang perlu diwujudkan ialah pembentukan Rumah Qur’an sebagai ruang aktivitas dan pembinaan anggota KB PII.

“Rumah Qur’an bukan sekadar tempat membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang berkegiatan dan konsolidasi anggota,” ujar Yusnarso.

Di sisi lain, Ustadz Medy Zalfitri memaparkan sejumlah program Lazisku yang kini telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Agama. Ia menyebut lembaganya tengah menyiapkan relawan penggalangan dana dan pembentukan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) di berbagai daerah.

Menurut Medy, Lazisku memiliki empat program unggulan, yakni beasiswa pendidikan, pemberdayaan UMKM, santunan fakir miskin, dan gerakan wakaf uang.

Rapat kerja yang dipandu Joko Suyantono dan M. Noor itu juga membahas pemetaan organisasi, legalitas, serta potensi pengembangan program PD KB PII Jakarta Timur. Di akhir acara, hasil rapat kerja diserahkan M. Noor kepada Mohamad Anthoni.

Dakwah lingkungan

Selain agenda organisasi, kegiatan tersebut juga menghadirkan ceramah tematik bertajuk Lingkungan Hidup, Tantangan dan Tanggapan Aktivis Dakwah yang disampaikan Dr. Hayu S. Prabowo.

Dalam paparannya, Hayu menekankan pentingnya dakwah lingkungan atau hablum minal alam, yakni konsep hubungan harmonis manusia dengan alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Ia menyebut krisis lingkungan sejatinya merupakan krisis moral akibat eksploitasi alam yang berlebihan. Karena itu, menurut dia, dakwah tidak cukup berhenti pada ceramah ritual, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.

Hayu memaparkan lima aspek penting dakwah lingkungan, mulai dari fikih lingkungan (eko-Islam), gerakan EcoMasjid, fatwa lingkungan, restorasi ekosistem, hingga aksi iklim berbasis komunitas.

“Manusia diutus sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, bukan mengeksploitasinya secara sewenang-wenang. Dakwah lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Hayu.[]

Comment