by

Pemerintah Jokowi Khususnya Kemenkeu Agar Berhenti Membodoh Bodohi Rakyat

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –
Salamudin Daeng, pengamat ekonomi politik (AEPI), Kamis (5/1) menyatakan,
pekan terakhir tahun 2016 bangsa Indonesia disuguhkan berbagai
berita, opini, cerita dan ulasan yang mengelu-elukan keberhasilan
pemerintahan Jokowi, khususnya menteri keuangan Sri Mulyani dalam mengatasi masalah keuangan negara dimana berhasil menyukseskan program Tax
Amnesty (TA) atau pengampunan pajak.
“Argumen
dan ulasan itu, Presiden terbaik, menteri keuangan terhebat dan paling
berprestasi, baik pengalamannya mendunia, wawasan kelas dunia,
pengetahuan kelas global,” tukasnya.
“Namun
yang menjadi pertanyaanya adalah, apa hasilnya untuk bangsa, negara dan
rakyat? Ternyata NOL BESAR,” cetusnya lebih lanjut.
Faktanya,
sambung Salamudin mengutarakan bahwa Pemerintah NOL BESAR dalam
mengatasi masalah keuangan yang dihadapi pemerintah sendiri.”Baik
penerimaan negara dari pajak, penerimaan negara bukan pajak seperti
penerimaan negara dari bagi hasil minyak, royalti pertambangan dll,
semuanya merosot,” tukasnya.
“Pemerintahan sama
sekali tidak merangkak sedikitpun mengatasi masalah keuangan selama dua
tahun lebih masa pemerintahanya,” paparnya.
Adapun,
Salamudin mengulas beberapa pernyataannya dengan membeberkan beberapa
bukti bahwa pemerintah Jokowi dan menteri keuangan NOL BESAR dalam
mengatasi masalah keuangan negara yakni, sebagai berikut ini :
Pertama
(1) ; Pemerintah Jokowi hanya bisa mememeras rakyat dengan kebijakan
menaikkan harga harga, sewa, bunga dan pajak. Ini adalah bentuk
kebijakan penghisapan kepada rakyat yang paling lengkap dan komplit.
Rakyat yang tengah susah karena pemerintah gagal mengatasi masalah makro
ekonomi seperti inflasi, pengangguran, ketimpangan ekonomi, dll, malah
diperas dengan kebijakan menaikkan harga, bunga, sewa, pajak, ini
penindasan yang lebih lengkap dari kolonial.
Kedua
(2), bahwa Pemerintah Jokowi hanya bisa menumpuk utang dalam mencari
sumber keuangan dari luar negeri. Ini adalah hasil yang paling
menyedihkan yang harus disaksikan oleh bangsa Indonesia setelah
mendapatkan Jokowi sebagai presiden 2 tahun yang lalu. Pemerintah dalam 2
tahun ini menumpuk utang berkali kalin lipat dibandingkan pemerintahan
sebelumnya dalam setiap periode anggaran.
Ketiga
(3); Hingga hari ini menteri keuangan belum berani mengumuman tambahan
penerimaan negara yang dihasilkan dari tax amnesty. Bisa jadi penerimaan
negara tidak bertambah sama sekali. Bisa jadi penerimaan negara sama
dengan tahun 2015 lalu. Tax amnesti hasilnya NOL BESAR. Program tax
amnesty hanyalah mengampuni konglomerat dan taipan pengemplang pajak,
mengampuni para kriminal, melegalsiasi uang haram mereka dan membebaskan
mereka dari pajak.
“Sudahlah Bapak Presiden
yang mulia, Ibu Menteri yang terhormat, mengakulah kepada seluruh rakyat
bahwa pemerintah ini NOL BESAR,” tandasnya.
“Walau pemerintahan ini didandani atau dipoles dengan cara apapun, hasilnya akan sia sia atau tidak ada gunanya,” jelasnya
Salamudin menuturkan untuk apa kekuasaan
pemerintahan ini bapak dan ibu pertahankan? “Sebaik baiknya manusia
adalah yang berguna bagi orang lain”. 
“Menurut saya juga bisa berarti sebaliknya ‘Seburuk buruknya manusia adalah yang menyusahkan orang lain”, ” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita