Pemerintah Kabupaten Nias Berkomitmen Pertahankan UHC di Tahun 2024

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Pemerintah Kabupaten Nias berkomitmen mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Samson P. Zai saat memberikan sambutan pada kegiatan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Kabupaten Nias semester II, Selasa (12/12/2023).

“Perlindungan terhadap masyarakat dalam bentuk kepastian atas akses pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan mereka. Kehadiran program JKN menjadi penting sebagai penyedia akses layanan yang dimaksud, melalui program ini pelayanan kesehatan dapat diakses oleh masyarakat semua lini, tanpa terkecuali,” ujar Samson.

“Maka menjadi penting untuk terus memastikan program JKN terlaksana dengan baik di Kabupaten Nias, bahkan perlu terus dilakukan penyempurnaan agar penyelenggaraan program ini berjalan semakin optimal,” lanjutnya.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan juga pemberian piagam penghargaan atas keberhasilan Kabupaten Nias mencapai UHC Non-Cut Off. Apresiasi tersebut disabet atas peningkatan capaian cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Nias yang sudah melebihi 95 persen dari jumlah penduduk.

“Apresiasi ini sebagai ganjaran atas kerja keras mewujudkan ketersediaan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui program JKN. Ini menjadi bagian pelengkap atas yang sudah kita raih sebelumnya di Jakarta (UHC Awards -red),” tambahnya.

Samson juga mengapresiasi langkah strategis menjalin sinergi bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Nias. Kondisi ini membuat akses percepatan peningkatan cakupan kepesertaan berjalan dengan lancar.

“Capaian ini tak lepas dari kerja sama yang baik antar perangkat daerah, juga BPJS Kesehatan yang memiliki peran penting guna memastikan kebijakan dan langkah strategis yang ditempuh sesuai dengan ketentuan dalam program JKN,” ucap Samson.

“Melalui forum ini diharapkan kolaborasi strategis terus ditingkatkan untuk menghasilkan langkah kongkrit dalam upaya memperbaiki kekurangan maupun memaksimalkan langkah yang sudah dilakukan dalam rangka penyempurnaan,” harap Sekda.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha mengapresiasi upaya pemangku kepentingan dalam mendorong terciptanya pelaksanaan program JKN yang lebih sempurna. Hal ini bermakna sebagai bentuk dorongan dalam rangka peningkatan mutu layanan.

“Bertepatan dengan Hari UHC Internasional, kami mengucapkan selamat atas capaian yang diperoleh, dengan disandangnya predikat UHC Non-cut off ini memungkinkan proses aktivasi atas pendaftaran kepesertaan PBPU Pemda tanpa ada masa tunggu, langsung aktif dan dapat digunakan ketika berhasil didaftarkan. Dengan demikian, akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan secara mendesak dapat diberikan segera,” ucap Nancy.

Lebih lanjut Nancy juga mengharapkan sinergi bersama terus terjalin. Ia berharap pendampingan dalam rangka meningkatkan segala aspek penunjang dalam pelaksanaan program JKN agar berjalan semakin optimal.

“Apresiasi atas dukungan Pemkab Nias serta pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan program JKN di Kabupaten Nias. Program JKN merupakan bagian dari program pemerintah, maka BPJS Kesehatan sebagai badan penyelanggara yang ditunjuk membutuhkan dukungan dari mitra dan stakeholder untuk menempuh langkah strategis guna terwujudnya pelaksanaan program JKN yang optimal,” jelas Nancy.

“Terima kasih juga atas komitmen untuk mempertahankan UHC di tahun 2024. Saat ini cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Nias mencapai 98 persen, dengan kolaborasi yang semakin strategis, penyempurnaan dalam rangka pelaksanaan program JKN yang lebih optimal sangat mungkin terwujud,” tutupnya.[]

Comment