Penyebab dan Cara Selesaikan Kemiskinan

Opini936 Views

 

 

Oleh: Riza Luthviah, Komunitas Menulis WCWH

__________

RADAKNDONESIANEWS.COM, JAKARTA — “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).

Kutipan ayat dan hadist di atas merupakan motivasi bagi para dermawan. Mulai dari politikus, selebritis, tokoh masyarakat hingga rakyat biasa.

Banyak hal yang mereka bagikan mulai dari berbagi masakan, sembako, baju pantas pakai, HP, motor, biaya perawatan dan pengobatan Rumah Sakit, biaya sekolah hingga bedah rumah. Kegiatan itu ada yang dilakukan oleh perorangan atau bahkan oleh sekelompok orang dalam bentuk penggalangan dana.

Dengan kegiatan berbagi itu, mereka berharap agar beban hidup orang yang membutuhkan bisa berkurang. Tujuan mereka semua sangat mulia dan patut dicontoh. Namun apakah kedermawanan mereka sudah cukup untuk mengentaskan kemiskinan?

Secara sepintas hal itu mungkin akan mengurangi beban mereka tapi itu hanya bersifat sementara, jika apa yang diberikan sudah habis dan ada kesulitan lainnya maka kebutuhan yang lain muncul lagi dan lagi, begitu seterusnya. Maka dari itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan kemiskinan itu terjadi.

Apa yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Kemiskinan terjadi karena beberapa faktor. Pertama, upah masyarakat yang sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kedua, kebijakan pengenaan pajak yang itemnya terus menerus bertambah, besarannya pun bertambah sehingga hal ini akan manjadi beban masyarakat.

Ketiga, ketidakmampuan pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan kepada rakyatnya tapi disisi lain, banyak tenaga kerja asing yang malah dipekerjakan di negara ini.

Keempat, adanya kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin. Hal ini tampak terlihat dari distribusi harta dan kekayaan hanya berputar di sekelompok orang kaya saja, sementara disebagian besar orang mengalami kemiskinan.

Kelima, asset dan Sumber Daya Alam (SD) dieksploitasi besar-besaran oleh pihak asing, dengan harga yang murah. Di saat yang sama, pasar-pasar dibanjiri oleh produk-produk asing sehingga menurunkan daya beli produk lokal.

Kemiskinan merupakan masalah sosial tentunya membutuhkan solusi yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Tidak ada yang lain, Islam solusinya.

Dalam mengentaskan kemiskinan negara wajib memastikan setiap orang berada pada proses penafkahan yang jelas sehingga terpenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Maka dari itu negara harus menyediakan lapangan pekerjaan dan memberikan upah yang layak bagi kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Namun jika kepala keluarga tersebut meninggal, sakit keras atau karena tua renta maka Islam memerintahkan kerabat terdekat yang mampu untuk membantu orang-orang yang berada pada tanggungjawab penafkahan tadi, sehingga kemiskinan dengan cepat diselesaikan. Jika tidak mempunyai kerabat yang mampu, maka tanggungjawab penafkahan itu akan beralih ke Baitul Mal (Kas Negara).

Akan tetapi jika keadaan kas negara tersebut kosong sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya, maka Islam memiliki cara agar negara mengambil pungutan harta kepada masyarakat yang mampu. Dan apabila kas negara sudah terisi kembali maka pungutan itu akan dihentikan.

Tidak hanya itu, negara juga harus mengatur rakyatnya agar tidak melakukan hal-hal yang akan menyebabkan kemiskinan terjadi dan terulang kembali. Misalnya negara melarang praktik riba di tengah masyarakat, melarang penimbunan uang terlebih lagi penimbunan barang,  melarang bentuk-bentuk perjudian.

Hanya Islamlah jalan satu-satunya pemberi solusi terbaik dalam mengurangi angka kemiskinan atau bahkan meniadakan kemiskinan.

Saat Umar Bin Khatab menjadi khalifah atau Pemimpin tidak ditemukan masyarakat yang layak menerima zakat pada waktu itu. Jika kemiskinan tidak ditangani secara cepat dan tepat akan menimbulkan tindakan kriminal yang akan memperburuk keadaan masyarakat.[]

Comment