by

Peringatan Hari Pers Nasional, IMO Bali: Momentum Refleksi di Tengah Pandemi

 

RADARINDONESIANEWS.COM — DENPASAR- Peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2021, jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan tahun ini harus dilakukan dengan berbagai keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

Namun demikian, hikmah di balik pandemi Covid-19 ini diharapkan menjadi momentum reflektif diri bagi seluruh insan pers di tanah air, khususnya di Bali.

Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Bal Tri Vivi Suryani mengatakan hal itu pada acara syukuran peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Denpasar, Selasa (8/2) siang.

Pimpinan sebuah media massa online yang jebolan Fakultas Sastra Universitas Udayana (Unud) itu memperkirakan wabah Virus Corona yang mulai berjangkit di Bali pada awal Maret 2020 lalu, masih akan berlangsung cukup lama.

“Saya kita pandemi masih akan berlangsung lama. Ini berkaitan dengan disiplin warga masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang belum seluruhnya kompak dan iklas. Bahkan masih ada warga yang meragukan kalau virus tersebut benar-benar ‘kejam’ dan membahayakan,” ujarnya, tegas.

Ia menyebutkan, semakin hari, justru keberadaan ‘virus hantu’ tersebut akan semakin menguji masyarakat dalam segala bidang. Berkaitan dengan itu, pers sebagai bagian dari masyarakat, diharapkan dapat hadir menyodorkan fakta yang sesungguhnya, di samping mampu membawa kesejukan dan optimisme di tengah masyarakat.

Vivi, panggilan karib Tri Vivi Suryani mengungkapkan, di tengah disrupsi informasi media sosial saat ini, IMO-Indonesia Bali berkomitmen hadir menyajikan pemberitaan untuk mendorong kondusifitas di masa pandemi.

“Di tengah disrupsi media sosial, IMO berkomitmen untuk mengusung pemberitaan sesuai kode etik jurnalistik dan anti-hoaks agar tercipta situasi kondusif pada masa pandemi saat ini,” ujarnya, menandaskan.

Meski demikian, sebagai alat kontrol sosial, Vivi mengajak pers tetap kritis. Ia mengingatkan pers memiliki peran penting untuk dapat menyuarakan berbagai hal untuk perbaikan melalui karya-karya di media massa, yang tentunya harus sesuai dengan kaidah jurnalistik hingga dapat menjadi informasi ke arah yang lebih baik bagi para pemangku kebijakan.

Ketua IMO-Indonesia Bali itu juga mengingatkan bahwa fungsi pers antara lain sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Karenanya, ia mengajak insan pers di Bali khususnya, tidak berhenti belajar dan penempa pengalaman. “Sebagai insan pers, wartawan harus memiliki wawasan dan pengetahuan memadai agar dapat menyajikan pemberitaan yang mengedukasi,” katanya, menegaskan.

Terlebih dalam kondisi pandemi ini, lanjut dia, pers merupakan salah satu kunci dari keberhasilan penanganan Covid-19, yaitu edukasi. Pers sangat strategis untuk memberi pemahaman masyarakat, sehingga berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid yang tengah dilakukan dengan sekuat tenaga, mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat luas.

“Untuk itu, mari bersama-sama kita berikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat agar dapat teredukasi, termotivasi yang menjadikannya semakin optimis dan tegar dalam menghadapi pandemi ini. Dan tentunya dengan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang tepat dan sesuai, serta selalu menjaga kesehatan agar dapat terhindar dari Covid-19 yang kini masih mewabah,” ujarnya, mengharapkan.(wawan).

Sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 4 =

Rekomendasi Berita