Pertemuan Pejabat Senior Australia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Kendaraan Listrik

Nasional35 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Pejabat Senior kedua terkait Mekanisme Kerja Sama Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) Australia-Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (19/5/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) kedua negara dalam memperkuat kolaborasi ekosistem baterai kendaraan listrik.

Minister Counsellor bidang Ekonomi, Investasi, dan Infrastruktur Kedutaan Australia, Jonathan Gilbert, mengatakan mekanisme kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi dan penguatan rantai pasok energi bersih.

“Melalui Mekanisme EV, Australia dan Indonesia bekerja lebih erat dalam transisi energi, menciptakan peluang baru untuk rantai pasokan energi bersih yang lebih kuat,” ujar Gilbert.

Pertemuan dipimpin bersama oleh Wakil Menteri IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Elen Setiadi, dan Pelaksana Tugas Kepala Divisi Strategi Internasional dan Keamanan Nasional Departemen Industri, Sains, dan Sumber Daya Australia, Alison Drury.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI Tri Winarno, Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional Septian Hario Seto, serta perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pertemuan itu, kedua negara meninjau berbagai capaian di bawah Mekanisme EV, termasuk studi terbaru melalui program KONEKSI yang mendukung dekarbonisasi infrastruktur bus di Indonesia.

Selain itu, dibahas pula studi baru untuk membantu Indonesia menangani dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari limbah bauksit atau lumpur merah.

Kerja sama sektor kendaraan listrik antara Indonesia dan Australia dinilai terus mengalami perkembangan signifikan. Sejak Mekanisme EV diberlakukan, hubungan ekosistem kendaraan listrik kedua negara semakin erat.

Indonesia bahkan tercatat menjadi pasar terbesar kedua untuk litium jenis spodumene asal Australia pada 2025, meningkat tajam dibandingkan 2023 yang sebelumnya hampir tidak mencatatkan transaksi signifikan.[]

Comment