by

Polisi Sebut Video Pernyataan Koh Ahok Tak Diedit

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, polisi telah membandingkan video yang beredar soal pengutipan ayat suci oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Kokoh Ahok dengan video aslinya. Hasilnya, tak ada pengeditan yang mengubah isi pernyataan Ahok dalam video itu.

Hasil telaah laboratorium forensik mengenai video itu juga sudah diklarifikasi kepada Koh Ahok. “Hanya dipotong dari video panjang jadi pendek, tidak ada penambahan atau pengurangan,” kata Agus, di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Menurut Agus, gubernur DKI Jakarta itu membenarkan bahwa pernyataannya dalam video berdurasi pendek yang beredar di dunia maya memang tidak ditambahkan atau dikurangi. Hanya saja, dia menekankan bahwa pernyataannya itu bukan untuk menghina agama tertentu.

Menurut Agus, dalam klarifikasinya kepada penyelidik, Ahok mengatakan bahwa ucapannya itu sebagai penegasan kepada warga Pulau Seribu bahwa dia tak memaksakan kehendak untuk dipilih. “Kemarin dia juga katakan, alangkah bodohnya dia yang minoritas menghina umat Islam yang memang mayoritas warga Jakarta umat muslim, saat Pilkada,” kata Agus seolah membenarkan pernyaraan itu.

Namun, Agus enggan menyimpulkan apakah konten pernyataan Ahok memuat unsur penistaan. “Saya tidak bisa berkomentar soal itu. Dia katakan itu hanya meyakinkan kelompok petani dan nelayan,” kata Agus.

Oleh karena itu, penyelidik membutuhkan keterangan ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli agama untuk menilai apakah pernyataan Ahok memuat dugaan penistaan agama. Selain meminta keterangan Majelis Ulama Indonesia, penyelidik akan mengundang tokoh agama lain sebagai referensi.

Hal tersebut dilakukan agar tak ada yang memanfaatkan Polri dalam kasus ini. “Kami akan pakai ahli dari Dirjen Pembinaan Masyarakat Islam Kementerian Agama, juga akan ke beberapa tokoh di Jawa Timur yang bisa berikan masukan supaya seimbang,” kata Agus.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita