by

Potret Buram Masyarakat Sekuler

-Opini-62 Views

 

Oleh : Rantika Nur Asyifa, Aktivis Muslimah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Belum lama ini masyarakat digegerkan dengan meninggalnya satu keluarga di daerah Kalideres, penyebabnya masih dalam tahap penyidikan. Namun meninggalnya satu keluarga ini membuat para kerabat dan tetangga heran. Tidak adanya tanda-tanda pembunuhan atau perampokan.

Kerabat dari satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Ris Astuti (64) merasa ragu jika keempat kerabatnya tewas akibat kelaparan. Sebab ekonomi korban dalam kondisi yang cukup. Bahkan korban juga tidak pernah mengontrak rumah dan sempat memiliki kendaraan bermotor.

“Misalnya kalau dia lapar, nggak ada makanan atau kurang buat makan, kan dia bisa menghubungi kita,” ujar Ris Astuti di Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2022).

Hal yang sama juga disampaikan oleh adik ipar mendiang Margaret, Handoyo (64). Dia mengaku heran jika empat kerabatnya tersebut tewas akibat kelaparan. Bahkan dirinya bersama Ris Astuti juga tidak pernah mendengar keluhan korban terkait kondisi ekonomi.

Namun memang, kata Handoyo, korban sudah lama menjauhi keluarga inti. Hanya saja, dia belum mengetahui alasan korban menjauh dari keluarga inti, (Republika.co.id, 12/11/2022).

Selain itu, dilansir dari kumparan.com, sebelumnya sempat disebutkan jika penyebab kematian Rudyanto Gunawan (71) yang merupakan kepala rumah tangga, kemudian istrinya K. Margaretha Gunawan (68), anaknya Dian (42), serta adik ipar Rudiyanto, Budyanto Gunawan (68), akibat kelaparan.

Terkait hal ini, Ketua RT 07/15 Perumahan Citra Garden, Tjong Tjie Xian alias Asyung, membantahnya. Asyung menyebut keluarga ini tergolong mampu sehingga narasi soal mati kelaparan tidak bisa dibenarkan.

“Ya sebenarnya itu tidak benar narasi seperti itu. Intinya semua itu tidak benar, warga pun sempat kaget terkait pemberitaan dan narasi tersebut,” kata dia, (kumparanNEWS.com, 13/11/2022).

Pada kasus ini, sudah jelas menggambarkan potret buram masyarakat sekuler di mana hubungan tetangga dalam masyarakat sekuler telah hilang rasa empati dan individualistis, tidak ada perhatian, kepedulian dan hubungan sosial kemanusiaan.

Kasus ini juga menggambarkan lemahnya peran pemimpin dalam upaya membentuk kepedulian terhadap rakyat. Sekularisme menjadikan masyarakat sibuk dengan kepentingan masing-masing tanpa memperdulikan keadaan sekitar.

Berbeda dalam sistem islam, di mana ajaran Untuk memberi perhatian terhadap tetangga sangat kuat, bahkan dikaitkan dengan keimanan. Rasulullah SAW juga telah mencontohkan perhatian beliau kepada umatnya.

“Barangsiapa beriman, maka dia memuliakan tetangganya.”

Hanya dalam naungan Islam hubungan sosial kemasyarakatan dapat terjalin dengan baik, bahkan meski berbeda keyakinan. Walahu a’lam bisshawab.[]

Comment