Presiden Kalah Cepat Himbau Nobar G30S PKI Oleh Panglima TNI

Berita1035 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tragedi G30S PKI bukan hanya untuk TNI dan keluarganya yang harus tahu tapi semua rakyat Indonesia, sebab menurut Waketum Gerindra, Arief Poyuono SE, MKom, dalam tragedi G30S PKI dan pasca G30S PKI lebih banyak masyarakat sipil yang jadi korban dibandingkan TNI atau keluarga TNI, baik korban yang memang benar benar anggota PKI dan terlibat PKI dan atau korban fitnah oleh orde baru yang dianggap pengikut PKI atau ikut ikutan. Ini dikatakan Arief, Rabu (20/9).
“Apalagi G30S PKI terjadi konflik juga antara militer di mana ada group Jendral dan prajurit TNI yang pro PKI dan anti PKI yang akhir nya berimbas pada masyarakat sipil,” tukas Arief.
Lebih lanjut, Arief menyatakan sedangkan terkait himbauan Panglima TNI kepada prajurit dan Keluarga prajurit TNI sudah tepat.”Akan tetapi akan lebih tepat kalau Panglima tertinggi TNI yaitu Presiden Joko Widodo yang menghimbau seluruh Masyarakat untuk menonton film G30S PKI yang digarap diera jaman Orde baru,” paparnya.
“Disini terbukti kalau Panglima tertinggi TNI Presiden Joko Widodo, Menhan dan Menkopolhukam kalah cepat dari Panglima TNI yang sudah mungkin lebih dulu mencium akan ancaman bangkitnya PKI sehingga perlu prajurit TNI dan keluarga untuk menonton film G30S PKI,” ungkapnya.
“Dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo perlu diacungkan jempol akan kesigapannya sebagai prajurit TNI untuk terus mempertahankan Pancasila dari ancaman ideologi PKI yang katanya mulai Bangkit,” jelasnya lebih lanjut.
Kemudian mengenai pernyataan Gatot Nurmantyo yang mengatakan hanya Pemerintah yang bisa melarangnya untuk himbauan pada prajurit TNI untuk nobar film G30S PKI, menurut Arief bahwa ini menunjukan kalau apa yang dilakukan Panglima TNI adalah sudah benar.
“Walau seharusnya perintah Nobar lebih diperluas dengan berkomunikasi dahulu dengan Menkopolkam dan Presiden, karena film G30S PKI bukan cuma bermakna film pembunuhan Para Jendral tapi lebih bermakna sebuah film tentang sebuah ideologi Politik yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila,” kemuka Waketum Gerindra.
“Maka sebaiknya juga Presiden Joko Widodo segera saja menghimbau semua masyarakat untuk nonton barang film G30S PKI agar tahu kalau film PKI itu bukan film biasa tapi film untuk menguatkan masyarakat supaya tetap setia pada Pancasila,” tukasnya.
“Yang pasti Panglima TNI sudah tepat dan benar membuat himbauan nonton barang Film G30S PKI yang sejak era reformasi tidak ditayangkan lagi. Sekalipun diera SBY yang merupakan Presiden berlatar belakang prajurit TNI,” pungkasnya singkat.[Nicholas]                        

Comment