Presidium MRI: Dengan Rezim Jokowi Tidak Perlu Rekonsiliasi

Berita1357 Views
Yudi Syamhudi Suyut, Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Yudi Syamhudi Suyut, Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) menyatakan, muncul dua pendapat di kubu yang bersebrangan dengan Jokowi terkait persoalan rekonsiliasi tehadap kriminalisasi ulama, aktivis mahasiswa dan juga tokoh nasionalis. Hal ini dikatakan Yudi di Jakarta, Sabtu (23/6).

Yudi Syamhudi Suyuti, tokoh muda aktivis itu menuturkan bahwa tidak ada sama sekali perpecahan dalam kelompok yang berseberangan dengan rezim.”Baik itu dari kelompok Islam, Nasionalis dan Kerakyatan atau ulama dan aktivis,” paparnya.
Bagi dirinya, mungkin saja ada beda pendapat atau pandangan dari salah satu kelompok menginginkan rekonsiliasi, sedangkan kelompok satunya lagi menolak rekonsiliasi.
“Saya termasuk kelompok yang menolak rekonsiliasi dengan rezim Jokowi,” ungkapnya tegas.
Yudi pun mengutarakan alasan pilihannya tersebut, apabila rekonsiliasi atau perdamaian terjadi begitu saja, kemungkinan situasinya berat sebelah dan tentu saja rezim paling diuntungkan.
“Karena indikasi kesalahan yang dilakukan rezim, seperti kriminalisasi dan teror terhadap para ulama dan aktivis, rekonsiliasi bakal diputarbalikan sebagai pihak yang benar,” katanya menduga.
Alasan lain menurutnya, rekonsiliasi terkesan akal-akalan saja.”Seolah membuat ulama dan aktivis diperlakukan sebagai obyek kepentingan politisi,” paparnya.
Lebih lanjut, Yudi menyampaikan, dalam hal ini Habib Rizieq Syihab (HRS) seolah dimanfaatkan guna kepentingan elit politik demi Pilpres 2019 yang secara tidak langsung bahkan seakan mendukung kedudukan Presiden Jokowi tetap kokoh menjajah rakyat hingga masa jabatannya selesai.
“Apakah para elit itu tidak sama jahat ? Dan kemudian satu hal lagi, saya kenal secara pribadi dengan Jokowi dan sangat tau watak Jokowi, baik dari keluarga, teman main, pedagang makanan kesukaannya hingga guru politiknya pun saya kenal baik. Karena saya pernah lama tinggal di Solo, saat kuliah dan belajar politik disana,” bebernya.

Yudi menambahkan, kalau dalam sosok dirinya  itu orang yang paling tidak komit di antara teman-teman yang pernah ia kenal.
“Untuk rekonsiliasi saya sudah bisa membaca, dia tidak akan mau menerimanya. Karena dengan dimintanya rekonsiliasi akan semakin merasa dirinya di atas angin,” tukasnya dengan penuh keyakinan.
“Maka itulah, solusi yang terbaik adalah Jokowi dilengserkan,” tandasnya.[Nicholas]

Comment