by

Ramadhan Tiba Larangan Mudik Datang

-Opini-22 views

 

 

 

Oleh : Lestia Ningsih S.Pd, Aktivis Dakwah

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ramadhan datang kembali di tengah suasana pandemi untuk kedua kalinya.  Kebijakan larangan mudikpun  diberlakukan demi mencegah Covid-19. Hal ini sejalan dengan konsentrasi pemerintah untuk program vaksinasi supaya tidak mengalami kegagalan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, keputusan larangan mudik lebaran 2021 dihasilkan dari rapat tiga menteri.

Larangan mudik lebaran 2021  sebagaimana dikutip laman kontan.co.id Jumat (26/3/2021) akan berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.  Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, Swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat.

Tahun lalu pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan larangan mudik namun sayangnya kebijakan ini tidak efektif dikarenakan lokcdown yang hanya berlaku pada beberapa daerah, dibukanya tempat wisata, dan masih masifnya angkutan umum beroperasi.

Tentu sebagai warga negara wajib bekerja sama dengan pemerintah dan berupaya menghentikan pandemi saat ini. Namun, kebijakan pemerintah dirasakan kurang tegas. Bagaimana tidak, dengan alasan ekonomi, kebijakan yang dibuat bisa mengaret.

Seharusnya pemerintah mengambil dan memutuskan kebijakan dengan pertimbangan matang dan menyeluruh dibarengi keseriusan mengatasi masalah pandemi saat ini.

Larangan mudik akan berdampak terhadap melambatnya ekonomi Dan Daya beli masyarakat sebab dengan larangan ini semua wirausaha baik barang maupun jasa akan tersendat beroperasi. Di sinilah butuh kebijakan pemerintah menyelesaikan pandemi sebab ada kebutuhan pokok yang harus dipenuhi jika masyarakat tidak bekerja baik usaha barang maupun jasa.

Kebijakan sistem demokrasi liberal ini tidak bijak dalam memberlakukan keputusan. Rakyat pun bingung dibuatnya.

Larangan mudik diberlakukan namun berwisata diperbolehkan, bantuan sosial digencarkan namun dibarengi dengan korupsi yang tidak kepalang,  lockdown diberlakukan namun pencegahan kedatangam warga asing tidak diperketat. Dengan alasan membantu rakyat menangani COVID-19 hingga hutang mencekik dihalalkan.

Kebijakan hanya akan bijak ketika berurusan dengan masalah ekonomi pribadi dan golongan saja. Jika seperti ini, maka layaklah kita bertanya “Bisakah aturan larangan mudik ini diputuskan secara bijak?

Islam sistem yang bijaksana

Bukan hanya sekedar teori apalagi cerita fiksi, islam yang berjaya selama lebih dari 13 abad lamanya telah lebih dahulu mencontohkan kemampuannya menangani wabah.

Islam telah mencontohkan bagaimana para khalifah sebagai pemimpin umat mengurusi rakyat. Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, Harun Ar-Rasyid, sebagai contoh pemimpin yang cepat tanggap dalm menngani masalah wabah dengan segera melakukan karantina tempat wabah dan yang teridentifikasi wabah, pemenuhan kebutuhan pokok secara gratis pada rakyat baik yang berdampak maupun tidak, menyiapkan tenaga medis berikut fasilitas yang lengkap.

Maka, tidak heran wabah mampu diatasi dengan cepat. Hal ini bisa terjadi jika islam benar-benar diterapkan secara kaffah. Wallahu’alam bishowab.[]

_____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =

Rekomendasi Berita