by

Ratna Munjiah: Bendera Tauhid Benderanya Umat Islam

Ratna Munjiah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sempat terdiam sejenak, tak mampu
rasanya menggambarkan suasana hati, ada rasa amarah yang begitu membuncah di
dalam dada, sungguh menyedihkan lagi-lagi kalimat Tauhid dihinakan, mengapa
sesama muslim tetapi bisa berbuat sedemikian rupa dengan membakar bendera yang
bertuliskan kalimat Tauhid.
Sejatinya bendera yang
bertuliskan kalimat Tauhid tersebut, adalah benderanya Rasulullah SAW, ada
Al-Liwa dan ar-Rayah, merupakan nama untuk bendera dan Panji Rasullulah SAW,
secara bahasa keduanya berkonotasi al-alam (bendera). Namun secara syar’i,
al-liwa (jamak: al-alwiyah) dinamakan pula ar-rayah al-azhimah (panji agung),
dikenal dengan bendera negara dan symbol kedudukan pemimpin.
Bendera ini tidak dipegang kecuali
oleh pemimpin tertinggi peperangan atau komandan pasukan (amir al jaisy), yakni
Khalifah, atau orang yang menerima mandat dari Khalifah, sebagai simbol
kedudukan komandan pasukan. Ia memiliki karakteristik berwarna putih, dengan
khath (tulisan) berwarna hitam “ La illah illahllah Muhammad Rasulullah,”
berjumlah satu.
Adapun ar-rayah (jamak: ar-rayat)
adalah panji berwarna hitam, denga kath berwarna putih “ La ilaha illahllah
Muhammad Rasulullah”. Panji ini dinamakan pula al-uqab. Ar-Rayah berukuran lebih
kecil dibandingkan dengan al-Liwa. Panji ini digunakan sebagai panji jihad para
pemimpin detasemen pasukan (satuan-satuan pasukan (kataib), yang tersebar
sesuai dengan jumlah pemimpin detasemen dalam pasukan sehingga lebih dari satu.
Dulu bendera Tauhid ini di
junjung tinggi oleh Baginda Rasulullah SAW, bahkan ketika Perang Mut’ah, tiga Panglima
perang yang dipilih Rasulullah SAW, mereka meninggikan Kalimat Tauhid, mereka
tidak membiarkan bendera tersebut jatuh ke tanah. Meskipun tangan kanan mereka
putus karena sebatan pedang, tangan kiri masih berusaha untuk memegang erat
bendera Tauhid. Sampai kedua tangannya terputus pun, mereka tetap
mempertahankannya sampai mereka saling bergantian memegang erat Bendera Tauhid
tersebut sampai mereka mati dalam keadaan Syahid.
Banyak dalil as-Sunnah dan atsar
yang menjelaskan tentang al-Liwa dan al-rayah, ibn Abbas ra, misalnya,
menyatakan Bendera (liwa) Rasulullah SAW berwarna putih dan panjinya (rayah)
berwarna hitam (HR al-Hakim, al-Baghawi dan at-Tarmidzi). Ibn. Abbas ra. Juga
menyatakan : Panji (rayah) Rasulullah SAW, bewarna hitam dan benderanya (liwa)
bewarna putih; tertulis padanya : La Illaha Illallah Muhammad Rasulullah (HR
ath-Thabrani).
Menyedihkan ketika mengetahui ada
aksi beberapa oknum salah satu ormas, mengaku muslim tetapi tidak mengetahui
bendera  umat Islam,  malah mencari kebenaran di atas kesalahan
yang dibuat dengan dalih bahwa yang dibakar adalah bendera HTI, mengapa
sedemikian bencinya dengan HTI bukankah HTI telah dibubarkan, lalu kenapa masih
juga menganggap bahwa bendera itu bendera HTI.
Di zamannya Rasulullah SAW saja
bendera Tauhid tersebut begitu dijaga dan di agungkan, seharusnya bagi siapa
saja yang mengaku muslim tentu akan menjaga bendera tersebut, namun faktanya
sangat disayangkan karena kebenciannya terhadap HTI ormas yang secara nyata
telah dibubarkan akhirnya ada orang yang sanggup membakar bendera tersebut.
Sesungguhnya kalimat Tauhid
mempersatukan umat Islam sebagai satu kesatuan tanpa memandang perbedaan suku
ras dan budaya, dan sesungguhanya sebagai seorang muslim tentu kita berharap
mati denga kalimat Tauhid tersebut. Dan Sungguh perkara penerapan Al Qur’an dan
sunnah Rasulullah (Syariat Islam) adalah harga mati yang tidak bisa
ditawar-tawar. Sebagaimana simbol syahadattain yang tertera dalam bendera
bertuliskan Kalimat Tauhid Tersebut.
Semoga kita semua sebagai umat
yang satu besegera kembali kepada aturan Allah, agar perpecahan perselisihan,
dan perbedaan tidak ada lagi.
“Manusia itu (dahulunya) satu
umat, lalu Allah mengutus  para nabi
(untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan- Nya bersama
mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan diantara
manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.Dan yang berselisih hanyalah
orang-orang yang telah diberi Kitab, setelah bukti-bukti yang nyata sampai
kepada mereka, karena kedengkian diantara mereka sendiri. Maka dengan
kehendak-Nya Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang
kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang
Dia kehendaki kejalan yang lurus. ( Al- Baqarah(2)-213).
Segala puji hanya milik Allah,
aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang wajib di ibadahi kecuali Allah, tiada
sekutupun bagi-Nya, dan kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Hamba dan
Utusan Allah. Melihat peristiwa yang terjadi sungguh sangat menyakitkan dan
akhirnya terpanjatkan doa kepada Illahi, semoga para pembakar bendera Tauhid
benderanya umat Islam tersebut diberikan balasan setimpal oleh Allah SWT.
Wallahua’lam.[]


Penulis adalah anggota komunitas menulis revowriter Samarinda

Comment

Rekomendasi Berita