Relawan dan 15 Kapal Global Sumud Flotilla di Tangkap Penjajah Israel di Laut Mediterania

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Gaza mulai diganggu oleh Zionis Israel. Pada Rabu (29/4/2026) malam, 11 dari 56 kapal GSF yang berlayar di perairan internasional Laut Mediterania di dekat Yunani mengalami hilang kontak setelah sempat didekati armada militer Zionis Israel.

“Perahu militer Israel telah secara ilegal mengelilingi armada di perairan internasional dan melakukan penculikan dan kekerasan. Mulai 29 April, 15 kapal ditangkap dan yang berada di atas kapal itu diculik. Ini adalah kejahatan,” tulis di akun Instagram @globalsumudflotila, Kamis (30/4/2026).

Melalui rekaman audio dari kapal Greepeace milik militer Israel yang mengancam Armada Global Sumud di perairan internasional setelah menabrak kapal-kapal lain & mengarahkan laser dan senjata semi-otomatis, dan memerintahkan para peserta untuk berlutut.

Di lepas pantai Yunani, Armada Global Sumud yang saat ini terdiri dari 57 kapal dan berada di perairan internasional, kini dikelilingi oleh Angkatan Laut Israel.
Steering committee GSF asal Indonesia, Maimon Herawati melaporkan langsung dari kapalnya, bahwa pengintaian terhadap armada sedianya sudah mulai terindikasi saat kapal-kapal masih bersandar di Barcelona, Spanyol.

“Waktu saya jaga malam, sudah ada drone-drone yang terlihat, sebanyak tujuh drone teridentifikasi telah mengintai armada sejak di Spanyol,” kata dia.

Selepas kejadian itu, 11 kapal kemudian hilang kontak dan tak bisa dihubungi. Maimon menduga ini karena sinyal radio diacak pihak pencegat kapal-kapal tersebut.

“Jadi memblokade frekuensi sehingga ada 11 kapal yang tidak bisa kami deteksi kondisinya saat ini. Tetapi so far sejauh ini berharapnya ya, karena ini belum ada kepastian,” pungkasnya.

Ia juga memerinci bahwa sekitar 110 peserta ada di dalam 11 kapal tersebut.
“Semoga ini belum merupakan interception atau pembajakan. Kondisi teman-teman di lokasi yang lain tenang, kalem, tidak panik. Dan sesuai dengan pelatihan sebelum-sebelumnya, ini adalah gerakan non-violence, gerakan tanpa kekerasan,” ujar Maimon.

Misi Global Sumud Flotilla tahun ini melibatkan skala armada yang signifikan. Sebanyak 20 kapal yang berangkat dari Italia bergabung dengan 39 kapal lain yang sebelumnya telah bertolak dari Barcelona. Armada tersebut akan terus bertambah dengan bergabungnya kapal-kapal dari berbagai negara Eropa di Laut Mediterania.

Secara keseluruhan, lebih dari 70 kapal diproyeksikan terlibat dalam misi ini. Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap blokade yang membatasi akses kebutuhan dasar bagi warga sipil di Gaza.[]

Comment