Resti Lestari: Aksi 212, Mommentum Pemersatu Umat Menuju Perubahan Hakiki

Berita1196 Views
 Resti Lestari
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pada pekan yang lalu, kita telah sama-sama menyaksikan suatu peristiwa yang dikenal dengan Aksi 212, yang di laksanakan di Monumen Nasioanal, Jakarta. 

Pada acara ini, jutaan umat bersatu padu memenuhi kawasan Monas. Aksi ini juga di lakukan sebagai bentuk kesadaran umat terhadap kalimat Tauhid. Peserta yang mengikuti aksi 212, mereka mengikuti rangkaian mulai pukul 03.00 yang diawali dengan Shalat Tahajjud berjama’ah, Shalat Shubuh berjama’ah, Istighisah Kubra, Orasi dari beberapa Tohoh dan Ulama, sampai akhir acara menjelang Shalat zuhur.
Peristiwa ini terjadi, sudah jelas sebagai bukti bahwa umat Islam bersatu padu dengan memiliki tujuan yang sama, yakni Aksi Bela Tauhid. Berawal dari pembakaran bendera yang bertuliskan lafadz ‘laailaha illallah, Muhammadur Rasulullah’ oleh suatu anggota organisasi tertentu. 

Meskipun pihak yang berwajib telah memasuki mereka ke dalam penjara, akan tetapi hukuman itu hanya berlaku 2 hari dengan member uang denda yang nilainya sangat kecil untuk saat ini, yaitu hanya Rp. 2.000,. 

Sungguh miris keadilan saat ini, jika kita melihat peristiwa yang dilakukan oleh salah satu masyarakat Indonesia, nenek yang mencuri singkong hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hukum diberlakukan dengan tegas oleh penguasa saat ini. Hukumannya di penjara bertahun-tahun dengan denda yang nominalnya tidak kecil. 

Harus kita sadari, hal ini terjadi akibat sistem yang tegak, yakni sitem Kapitalisme-Sekularisme. Aturannya dibuat oleh manusia, yang suatu waktu akan berubah disesuaikan dengan kebutuhannya, yang terpenting kemanfaatan hidup yang dapat mereka dapatkan. 

Peristiwa Aksi 212: Aksi Bela Tauhid ini, pemikiran dan perasaan umat dalam membela ajaran Islam sudah besar, selain itu menjadi pengingat bahwa hokum yang sesungguhnya hanyalah hokum yang bersumber dari Allah Swt, dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. 

Yang haq akan teteap haq, dan yang bathil tetap bathi. Oleh karenanya, ini saatnya kita memperjuangkan agama Allah Swt, menegakkan kembali kalimat Tauhid di dalam kehidupan dalam naungan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Dengan penerapan sistem Islam ini, berbagai aturan Islam ditegakkan dan problematika kehidupan akan terselesaikan.Wallahu’alambi shawwab.[]

Penulis adalah Mahasiswi Unisba, Bandung


Comment