by

Rosda Liani, S.Pd*: Sekolah Kembali Dibuka, Smankah?

-Opini-93 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA Pemerintah telah memilah beberapa wilayah dengan zonasi guna memetakan penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia.

Zona hijau artinya kabupaten/kota yang belum tedampak, zona kuning kabupaten/kota dengan tingkat resiko rendah, zona oranye kabupaten/kota dengan tingkat risiko sedang, zona merah berarti kabupaten/kota dengan tingkat risiko tinggi. Beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang masuk zona hijau adalah: Tapanuli selatan, Aceh Jaya, Lampung Timur.(http://www.belajardirumah.org/2020/05/pembukaan-sekolah-hanya-untuk-daerah.html).

Situasi Kalsel, dijelaskan HM Yusuf Effendi, hingga saat ini termasuk dalam zona merah semua. Sebab, sudah ada kasus positif Covid-19 yang terjadi. “Nah, penerapan new normal, hingga saat ini masih dalam tahap wacana, namun apabila benar diterapkan, maka sekolah akan beradaptasi, seperti mengurangi jumlah murid di dalam satu kelas dengan berbagai skema,” (https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/06/01/didikbud-kalsel-perpanjang-masa-belajar-di-rumah).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020.

Pemrov Dki Jakarta menetapkan kegiatan belajar mengajar untuk semua tingkatan di wilayahnya dalam kalender pendidikan tahun ajaran 2020/2021 dimulai 13 juli 2020.

Hal tersebut tertuang di dalam keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta Nomor 467 tentang kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021.(https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/05/28/akhirnya-kemendikbud-pastikan-tahun-ajaran-baru-dimulai-13-juli-2020-ini-penjelasan-resminya.)

Hal negatif jika sekolah kembali dibuka ditengah pandemi

Wacana sekolah akan dibuka kembali di tengah pandemi menimbulkan polemik ditengah masyarakat dan kekhawatiran para orang tua khususnya. Sebab, tingkat penularan Covid-19 masih tinggi dan pihak sekolah belum siap melindungi keamanan siswa serta sampai saat ini belum ditemukannya vaksin covid-19. Harus ada panduan new normal bagi seluruh warga sekolah yang harus ditaati.

Kebiasaan siswa untuk berjabat tangan, bermain bersama teman-temannya masih tinggi, akan sulit rasanya para siswa untuk mematuhi protokol kesehatan tanpa ada sosialisasinya terlebih dahulu.

Para siswa yang masih anak-anak tingkatan TK atau kelas 1 SD tentu perlu pengawasan ekstra dari pihak sekolah, agar para siswa rajin mencuci tangan dan tetap memakai masker.

Di sisi lain para siswa sudah bosan dengan kegiatan belajar secara daring atau belajar dari rumah (BDR), tugas-tugas yang diberikan terlalu banyak, mereka pun rindu suasana belajar di sekolah dengan para guru dan bermain bersama teman. Jika sekolah benar-benar akan dibuka kembali dikhawatirkan kan terjadinya ancaman wabah gelombang kedua seperti beberapa negara yang telah lebih dulu menerapakan new normal.

Contohnya negara Korea, setelah sekolah dibuka kembali terdapat beberap siswa yang terpapar covid-19. Hingga akhirnya kembali memberlakukan pembatasan.
Situasi ini semakin membuka tabir bobroknya sistem kapitalis sekuler yanag di terapkan dalam bidang pendidikan.

Banyaknya tuntutan sistem yang tak jelas arahnya dan kurikulum yang berganti-ganti begitu membebankan bagi para siswa dan guru.

Solusi Islam dalam mengatasi wabah
Solusi yang tepat adalah dengan syariah Islam, maka wabah akan mudah dikendalikan. Salah satunya adalah dengan penerapan isolasi/karantina, sebagaimana sabda Rasulullah saw.“Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Jika terjadi wabah ditempat kalian berada, jangalah kalian keluar dari wilayah itu”. (HR. Al-Bukhari).

Karantina wilayah ini bertujuan agar wabah tidak meluas ke daerah lain.Daerah yang terkena wabah akan dijamin berbagai kebutuhannya dan bagi daera yang tidak terkena wabah tetap bisa berjalan normal. Juga harus dipisahkan antara orang yang sakit dan yang sehat. Bagi orang yang sehat tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi dan aktivitas beribadah di masjid.

Kembalinya pendidikan dalam keluarga
Salah satu hikmah dari kejadian wabah covid-19 adalah mengembalikan peran penting pendidikan dalam keluarga. Karena pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Orang tua berkewajiban memberikan bimbingan dan menjadi teladan yang baik.

Pendidikan yang pertama adalah tentang pendidikan keimanan dan ketakwaan pada Allah swt. Islam memandang betapa pentingnya peran keluarga dalam menentukan kepribadian anak, sebagaiman sabda Rasulullah saw. “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi” (HR Muttafaq ‘alaih).
Inilah saatnya orang tua kembali memaksimalkan perannya untuk mendidik putra putrinya menjadi generasi Islam yang berilmu, beriman dan berakhlak mulia. Wallahu a’lam bishawab.[]

*Praktisi pendidikan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

Rekomendasi Berita