by

Said Iqbal: KSPI Mendukung Mogok Kerja Awak Mobil Tangki Pertamina

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung rencana mogok
kerja Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang yang
selama ini mendistribusikan BBM ke sekitar 800 Pom Bensin se Jabodetabek
termasuk Puncak dan Sukabumi. Hal ini dikatakan Presiden KSPI Said Iqbal dalam siaran pers singkatnya, Kamis (27/10).
Kesabaran buruh PT. Pertamina Patra Niaga
akhirnya habis setelah menyaksikan banyak rekan mereka tewas. Para sopir
ini bekerja dengan jam kerja yang panjang, lebih dari 40 jam dalam
sepekan, implikasinya banyak kelelahan hingga membahayakan nyawa supir. 
Sementara
itu, “Empat (4) orang tewas dalam setahun terakhir. Mobil jatuh ke
jurang di daerah Bogor, krunya tewas,” ujar Ketua Komisariat FBTPI,
Patra Niaga Nuratmo, Depo Plumpang, Jakarta, Rabu pada 26 September 2016lalu. 
Oleh
karena itulah maka para supir penyalur bahan bakar Pertamina di
Jabodetabek mengancam mogok kerja mulai 1 November 2016, yang mana dalam
pemogokan akan diikuti sekitar 1.000 supir PT. Patra Niaga Depo
Jakarta. Tujuannya memprotes kondisi kerja yang mengancam nyawa.
Sementara
itu, bentuk dukungan yang akan dilakukan KSPI, menurut Said Iqbal
adalah dengan menginstruksikan kepada anggotanya untuk bergabung dengan
buruh AMT Pertamina Patra Niaga yang sedang melakukan mogok kerja. 
“Ini
bentuk solidaritas sesama kaum buruh, karena kami sadar, permasalahan
yang saat ini menimpa kaum buruh harus dihadapi bersama,” tegas Iqbal,
apalagi, Pertamina sebagai perusahaan milik negara mestinya memberi
contoh pada perusahaan swasta taat hukum. 
Terkait
rencana Patra Niaga yang akan menggantikan buruh yang mogok kerja
dengan melibatkan TNI dari Divisi Perbekalan dan Angkutan, Said Iqbal
yang saat ini duduk sebagai Governing Body International Labor Ofiice
(ILO) memperingatkan agar Pertamina tidak melibatkan tentara dalam aksi
mogok kerja buruh. 
“Mogok kerja adalah hak
buruh. Menggantikan buruh yang melakukan mogok kerja merupakan
pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Konvensi
ILO,” tegas Iqbal seraya mengingatkan pula kalau tugas TNI/POLRI adalah
melindungi dan mengayomi warga Negara. 
“Pemerintah
segera bertindak untuk menyelesaikan perselisihan ini guna menghindari
timbulnya kerugian bagi masyarakat akibat suplay bensin terhenti,”
pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita