by

SAS Tuding 02 Radikal, Ini Komentar Anton T Digdoyo

Jendral (pur) Anton Tabah Digdoyo.[ist]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tokoh Nasional Jendral (pur) Anton T Digdoyo berujar SAS telah bertindak nagawur atas tuduhan bahwa pendukung Prabowo Sandi sebagai radikalis, ekstrimis dan teroris. Hal ini dikatakan mantan Jendral Polri itu menjawab pertanyaan redaksi, Senin (18/3/2019) seputar pernyataan SAS yang ditayangkan sebuah TV dalam “Catatan Najwa” dan menjadi viral di medsos.

Dalam video viral berdurasi pendek itu, Said Aqil Siroj (SAS) menuduh pendukung 02 PS Sandi kelompok radikalisme extrimisme bahkan terorisme. Terkait sinyalemen SAS tersebut, redaksi mencoba meminta tanggapan tokoh nasional, Anton T Digdoyo. 
“SAS bicara begitu apa dasarnya? Apa ia tidak melihat proses pendukung 02  PS Sandi hasil ijtima’ dan istikhoroh umat berbulan-bulan ko ia tuduh kelompok radikalis, extrimis, dan teroris?” Tanya Anton.
Anton menambahkan, apakah SAS lupa jika untuk memutuskan mendukung paslon 02 ribuan ulama se Indonesia sampai “turun gunung” bermusyawarah dan bersidang berkali-kali. Ini juga merupakan hasil ijtihad  ulama berbagai daerah dan umat Islam se Indonesia Kemudian secara bulat ijtima’ ulama putuskan paslon 02 PS Sandi sebagai Capres Cawapres NKRI periode 2019 – 2024. Apakah ulama-ulama tersebut radikal, extrim dan teroris?
“Hanya orang-orang yang pro sekuler, liberal yang nuduh pendukung PS Sandi sebagai radikal, extrimis dan teroris,” Tegas Anton Tabah.
Ditambahkan Anton, sebagai muslim dirinya menasehati agar SAS jangan asal bicara dan ngawur. Bahkn syariatpun sering dengan enteng dijadikan gurauan. Itu sangat dilarang oleh Islam (QS. 5/57) orang yang menjadikan agama gurauan itu divonis oleh Alloh sebagai Kafir. (QS. 7 ayat 50 dan 51) []

Comment

Rekomendasi Berita