Seruan Kaum Muda, Bersama Menjaga Indonesia

Berita1155 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menanggapi situasi perpolitikan nasional kian memanas akibat pertarungan elit politik dalam pertarungan politik tahun 2019, Forum Temu Kebangsaan bersama Orang Muda Katolik (OMK,red) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menggelar Dekralasi Damai dan Monolog Kebangsaan bertajuk Seruan Untuk Bangsa: Bersama Menjaga Indonesia. 
Gelaran kaum muda kreatif tersebut mengambil Tema “Pemilu Damai, Bersama Menjaga Indonesia ” acara ini akan  diadakan di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue Ciputra World, Kuningan Jakarta Selatan pada Sabtu, 17 November 2018. 
Acara tersebut merupakan perwujudan dari harapan pemuda/pemudi Indonesia membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Bentuk dari kegiatan yang akan diselenggarakan ini ialah Deklarasi Damai dan Monolog Kebangsaan, yang akan dihadiri beberapa Tokoh Muda seperti Inaya Wahid, Ernest Prakasa, Bonita AND THE HUS BAND serta akan ada penampilan Tari Nusantara dan Paduan Suara SMAN 48 Jakarta. Selain itu acara ini juga dihadiri beragam organisasi dan lembaga kemanusiaan, keagamaan, komunitas kepemudaan serta komponen masyarakat yang memiliki kepedulian dan semangat yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI. 
Latar belakang hadirnya Deklarasi Damai ialah untuk membangun kesadaran bangsa Indonesia dalam semangat persatuan dan kebhinnekaan menjelang momen politik 2019. 
Hal ini terkait dengan realitas yang ada di hadapan kita saat ini dimana Pelbagai masalah satu demi satu muncul, seperti timbulnya gerakan eksklusifisme yang menjadikan masifnya intoleransi di kalangan masyarakat yang berujung pada agenda mengganti bentuk Negara. Politik yang berbau isu sara juga memberikan dampak pada politik yang tak sehat hoax semakin menjadi, politik nonetis terus berkembang. Dampak dari semua ini kemudian menghasilkan distrupsi informasi beriringan dengan rendahnya kualitas informasi. Ditambah keadaan masyarakat Indonesia minim literasi membuat fanatisme golongan menjadi kebenaran absolut yang sempit. Maka menjadi tidak aneh bahwa perpecahan antar golongan yang berbeda cara pandangnya terhadap kebenaran terjadi.  
Permasalahan tersebut seharusnya tidak menjadikan pemuda Indonesia menjadi pesimistis melihat masa depan bangsa. Optimisme pemuda patut dibangun untuk menggapai cita-cita bangsa yang sesungguhnya. Mengutip Tan Malaka, Idealisme adalah kekayaan termewah bagi pemuda. 
Pemuda bukan dilihat dari angka usia produktif melainkan dari semangat yang tak gentar dalam memajukan bangsanya.
Inilah yang menjadi perhatian kami dari Pemuda Indonesia untuk menyerukan semangat Persatuan dan Kebhinnekaan. Tergabung dari beberapa organisasi pemuda dari berbagai lintas iman dan kepercayaan, suku serta kepemudaan. Kami bermaksud merawat semangat Pemuda dalam peringatan Sumpah Pemuda yang ke-90 dalam acara Seruan Untuk Bangsa. 
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Padot Naibaho selaku Ketua Kepanitian Seruan Untuk Bangsa melalui rilis tertulisnya yang diterima redaksi pada Senin malam (12/11/2018) bahwa,”Dengan bertemakan “Pemilu Damai, Bersama Menjaga Indonesia” kami ingin mengajak semua rakyat Indonesia untuk terus mengobarkan semangat Persatuan dan menjaganya dari segala ancaman- ancaman disintegrasi bangsa. Seruan ini sekaligus menyambut Pesta Demokrasi 2019 di tahun politik yang rentan menggunakan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) sebagai kepentingan politik elektoral. Acara dikemas dalam festival seni dan budaya dan Deklarasi Damai Pemuda Lintas Iman,” urainya.
Lebih lanjut Padot Naibaho menambahkan bahwa,”Keadaan masyarakat seperti itu akan berujung pada perpecahan di masyarakat. Melalui acara ini, kami ingin menyampaikan bahwa pilihan politik boleh berbeda, tetapi menjaga keutuhan Indonesia adalah tugas utama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya. Chacha.[]

Comment