“Keimanan sejati seharusnya mendorong keberanian untuk bersuara melawan ketidakadilan,” (Dr. Imam Shamsi Ali, Lc, PhD)
RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK — Imam dan tokoh dialog antaragama di Amerika Serikat, Dr. Shamsi Ali, Lc, M.A, Ph.D menyerukan pentingnya perjuangan bersama untuk menegakkan keadilan global di tengah maraknya konflik dan pelanggaran kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
Dalam presentasinya pada Dialog Antaragama PBB untuk Advokasi Global di New York, Selasa (3/2/2026), Shamsi Ali menyinggung relevansi peringatan Black History Month dengan kondisi dunia saat ini.
Direktur Jamaica Muslim Center New York ini mengutip pernyataan Martin Luther King Jr. bahwa ketidakadilan di satu tempat merupakan ancaman bagi keadilan di mana pun.
Menurut Shamsi Ali yang juga sebagai presiden Nusantara Foundation ini, dunia masih menyaksikan kekerasan dan pembunuhan yang berlangsung terus-menerus, mulai dari Palestina dan Gaza, Ukraina, Kashmir, hingga Uighur dan Rohingya.
Ia menyoroti penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang hingga kini masih mengalami kekerasan dan kehilangan nyawa akibat agresi yang berlangsung berkepanjangan.
Ironisnya, kata dia, berbagai tragedi kemanusiaan tersebut sering terjadi di hadapan mata dunia internasional, namun tidak direspons secara tegas.
Sikap diam ini, menurutnya, bertentangan dengan nilai-nilai dasar semua agama yang mengajarkan penolakan terhadap ketidakadilan serta penegakan kemanusiaan, kasih sayang, dan keadilan.
Shamsi Ali juga mengkritik paradoks keberagamaan yang kerap muncul, ketika ekspresi religius yang kuat tidak sejalan dengan sikap nyata dalam kehidupan sosial.
Ia menilai hal itu bersumber dari kegagalan memahami esensi agama sebagai spiritualitas yang seharusnya memiliki daya transformasi sosial, bukan sekadar ritual dan simbol.
“Keimanan sejati seharusnya mendorong keberanian untuk bersuara melawan ketidakadilan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketidakadilan terhadap satu kelompok pada hakikatnya merupakan ketidakadilan terhadap seluruh umat manusia.
Lebih lanjut, Shamsi Ali menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam menegakkan keadilan. Menurut dia, keadilan tidak boleh diterapkan secara selektif berdasarkan suku, bangsa, atau agama.
Ia merujuk ajaran Islam yang menempatkan keadilan sebagai prinsip fundamental, bahkan ketika bertentangan dengan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok.
Shamsi Ali mengingatkan teladan Nabi Muhammad yang menegaskan supremasi hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap keluarganya sendiri.
Di akhir pernyataannya, Shamsi Ali mengajak komunitas global untuk bersatu memperjuangkan keadilan dan martabat manusia secara universal. Ia mengingatkan bahwa kejahatan akan terus tumbuh ketika orang-orang baik memilih untuk diam.-[]









Comment