Siti Rahmah: Karawang, Digoyang Mojang Karawang

Berita1991 Views
Siti Rahmah, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gempar, Karawang kembali digoyang dengan pemberitaan miring. Pasalnya beberapa hari yang lalu tersebar video mesum. Vidio mesum pelajar SMA di Karawang yang beredar di media sosial belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat. Dari penelusuran Liputan6.com, pemeran video mesum itu merupakan mantan finalis mojang di ajang Pasanggiri Mojang-Jajaka Kabupaten Karawang.
Adegan mesum yang dilakukan oleh M (23) mahasiswa dan siswi A (16) itu berlangsung dalam kamar di sebuah hotel daerah Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. “Saya kemana – mana suka bawa tripod, soalnya hobi fotografi,” kata M di Mapolres Karawang, Kamis (22/11/2018).
Kemudian, pada Oktober 2018, M mengirim video pornonya itu ke ponsel A saat tengah belajar di sekolah. Hal itu kemudian diketahui oleh D, teman satu kelas A. Tanpa sepengetahuan A, D mengambil telepon genggam milik A. Lalu dia mengirimkan file video tersebut ke ponsel miliknya. “Video itu lalu tersebar ke teman-temannya,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya. Video itu kemudian membuat geger para siswa di SMA negeri tersebut. Apalagi puluhan siswa nonton bareng adegan mesum teman perempuan mereka di ruang kelas dibantu proyektor. DetikNews.com
Prestasi Remaja Islam
Miris memang, berbagai pemberitaan di Karawang akhir-akhir ini rasanya mengiris nurani dan menyayat hati. Betapa prestasi-prestasi yang ditunjukan anak negeri bukan prestasi yang membanggakan tapi justru sebaliknya. Keterpurukan dan kerapuhan terus dipertontonkan. Sebelumnya, Karawang juga diguncang dengan merebaknya kasus grup gay yang beranggotakan 6.000 orang. Grup ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan grup serupa di Garut. Berdasarkan hasil penulusauran penggiat sosial, ada 6.425 anggota yang tergabung dengan tiga grup pecinta sesama jenis di wilayah itu seperti dilansir republika.co.id
Data yang demikian mencengangkan tentu tidak bisa dianggap sepele. Apalagi diluaran sana masih banyak kasus serupa yang tidak terdeteksi. Ini adalah sinyalemen atau lonceng kematian untuk generasi. Jika hal ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin dekadensi moral dan penurunan kualitas hidup remaja akan menghancurkan masa depan mereka dan negeri ini. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi. Sehingga dibutuhkan tindakan penyelamatan untuk generasi muda. Agar mereka bisa kembali ke jatidiri yang sesungguhnya, pemuda dan pemudi muslim yang gigih dalam mengejar prestasi demi perbaikan negeri.
Lahirnya Generasi Harapan Umat
Tindakan penyelamatan untuk bisa mengembalikan pemuda muslim pada posisi yang seharusnya yaitu sebagai khairul ummah tentu memerlukan pola. Pola itu Islam sudah mengaturnya dengan begitu apik dan kumplit. Baik berupa tindakan preventif maupun kuratif. Tindakan preventif atau antisifasi terjadinya kerusakan generasi, maka Islam sudah menyediakan berbagai macam rumusnya. Seperti tata aturan pergaulan dalam Islam. Aturan ini jika di terapkan dalam sekup kehidupan tentu bisa menjadi pencegah terjadinya berbagai macam kerusakan sosial. Seperti seks bebas, vidio mesum, LGBT dan sebagainya.
Rumus berikutnya yang bisa menjaga eksistensi kehidulan berjalan secara alami (tanpa dirusak dan merusak) adalah dengan tindakan kuratif. Yaitu dengan cara memberlakukan hukum Islam bagi pelaku pelanggaran aturan-aturan yang sudah ditetapkan Al Qur’an. Seperti halnya zina, bagi pezina ada ketentuan hukuman yang bisa diberlakukan. Jika kasusnya seperti diatas yang dilakukan oleh anak remaja yang belum nikah maka hukumannya adalah dijilid sebanyak 100 kali jilid. 
Hukuman ini, tentu bukan dalam rangka zalim tapi Islam menggambarkan pelaksanaan hukum sebagai penebus dosanya dan sebagai pencegah agar hal serupa tidak terulang lagi. Tentu ini adalah bentuk keadilan Islam dalam menyelesaikan masalah-maslah yang menjerat umat ini. Dengan pemberlakuan hukuman seperti ini, maka kasus asusila dan kasus berbagai kemaksiatan lainnya yang menjadi virus penghancur kreatifitas pemuda bisa diselesaikan. Dengan begitu lahirnya pemuda yang bermandikan prestasi akan mudah ditemui, in sya Allah.[]

Penulis adalah motivator remaja tinggal di Karawang

Comment