by

Siti Rahmah: Ngabuburit Produktif Ala Anak Millenial

Siti Rahmah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hai kamu anak Millenial ada yang tau nggak ngabuburit itu apa? Eh jangan-jangan kamu adalah agen atau promotor ngabuburitnya? Konon katanya di era Millenial ini kebiasaan ngabuburit semakin menggejala alias banyak dilakukan oleh anak-anak muda. Kebiasaan yang muncul di bulan ramadhan ini menjadi trend sendiri nich buat para Millenial. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

But, apa sich ngabuburit itu? Bagi kamu yang belum tau, ngabuburit itu istilah yang digunakan untuk aktifitas menjelang buka puasa alias menunggu datangnya waktu buka puasa. Kegiatan yang dilakukan untuk menghabiskan waktu sambil nunggu buka puasa itu disebut ngabuburit. Kebiasaan ini awalnya muncul dari masyarakat sunda tapi sekarang sudah menjadi trend dunia, eh maksudnya Indonesia. Kalau dilihat dari segi bahasa kata ngabuburit berasal dari kata dasar “burit” yang berarti sore, dengan makna melakukan aktifitas di sore hari untuk menantikan kumandang adzan.
Biasanya apa sich yang dilakukan anak Millenial ketika ngabuburit? Kalau dilihat dari kebiasaan mereka sich banyak. Ada yang ngabuburit dengan jalan santai di taman-taman kota, di mall, di pasar dan di pusat-pusat jajanan. Ada yang belanja untuk keperluan buka puasa, atau ada juga yang nongkrong di kafe sekalian buka bersama. Bahkan ada juga yang sekedar ngumpul bersama teman-teman hanya untuk sekedar berbagi cerita dan menghabiskan waktu. 
Yang jelas aktifitas ngabuburit ini biasanya tidak dilakukan sendiri, karena pasti nggak asik krik,.krik. sehingga ngabuburit ini biasanya dilakukan bersama teman-teman, entah itu teman se-gank, teman sekolah, teman kuliah atau sama saudara bahkan ada yang sama pacar.
Lantas bagaimana Islam memandang fenomena ngabuburit ini? Bolehkah kita mengisi waktu menjelang buka puasa dengan ngabuburit?
Ngabuburit yang Produktif 
Sebenarnya kata ngabuburit jika dilihat dari definisi secara bahasa ataupun istilah, kata tersebut memiliki makna umum. Tidak terkait dengan kata yang memiliki makna bertentangan dengan ajaran Islam. Hanya saja yang perlu dicermati adalah aktifitasnya. Jika aktifitas ngabuburit tersebut bertentangan dengan aturan Islam, tentu saja ngabuburit tersebut tidak boleh. Tapi jika ngabuburit diisi dengan hal-hal fositif bahkan dengan kajian-kajian Islam maka hal itu boleh bahkan harus.
Jika memaknai ngabuburit dengan menunggu waktu berbuka sehingga dihabiskan dengan cara bersenang-senang semata, dengan cara-cara yang melalaikan bahkan dengan cara menjurus kepada maksiat seperti pacaran dan campur baur nggak jelas. Maka ngabuburit seperti ini tentu tidak boleh. Karena ini bulan ramadhan dear, jangan sampai disia-siakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Sayang banget puasa kita jika amal kita tidak memanen pahala alias sia-sia belaka. 
Ternyata banyak diantara kaum muslim yang puasanya sia-sia semata. Seperi yang pernah digambarkan oleh Rasululloh saw dalam haditsnya; 
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy).
Atau dalam hadits lainya Rasululloh pernah bersabda; “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”(HR. BUkhori).
Itulah peringatan dari Rasululloh tentang puasa kita. Jadi kalau kita tidak mau puasanya sia-sia berarti kita harus berhati-hati ketika sedang puasa. Puasa kita bukan hanya sekedar untuk menahan haus dan lapar tapi kita harus menjadikan puasa kita bermakna. Sehingga setiap waktu harus diisi dengan amal kebaikan, baik meningkatkan amal sholeh yang berupa ibadah mahdhoh ataupun ibadah ghair mahdhoh. 
Kalau kamu punya waktu luang menjelang buka, kemudian mau diisi dengan ngabuburit,  maka isilah kegiatan tersebut dengan kegiatan fositif agar waktu kita produktif. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan menjelang buka, bisa dengan agenda diluar rumah atau agenda di dalam rumah. Yang penting semua fositif dan bermanfaat yang lebih penting lagi dilakukan dalam rangka taat sehingga bisa menambah dan memupuk kebaikan di bulan ramadhan ini.
Contoh ngabuburit yang bisa kamu lakukan di luar rumah misal, ngumpul sama teman-teman tanpa campur baur, berkumpul untuk melakukan kajian. Tadarus bersama atau diskusi seputar masalah Islam. Bisa juga membantu panitia menyiapkan untuk buka bersama di masjid-masjid atau mengajarkan baca qur’an buat anak-anak yang masih baru belajar. 
Kalau kamu pingin ngisi penantian buka dengan ngabuburit di rumah aja juga bisa, dengan tetap tidak kehilangan makna ibadahnya. Misal dengan cara perbanyak dzikir, menyengaja me time with Allah, ingatlah waktu antara adzan ke adzan menjelang buka adalah waktu mustajab doa, mintalah sebanyak-banyaknya apa yang kamu inginkan. Berdoalah diwaktu tersebut, selain doa itu diperintahkan oleh Allah, doa juga kebutuhan. Doa adalah inti ibadah, bahkan ibadah yang paling dicintai Allah. Firman Allah:  “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan (permintaan) bagimu” (QS. Mukmin 60)
Selain itu juga masih banyak aktifitas yang bisa dilakukan dirumah, misal baca buku, dengerin ceramah di tv biar nambah ilmu dan wawasan. Atau membantu orangtua menyiapkan menu buka puasa, kemudian berbagi kepada tetangga, dan masih banyak yang lainnya. Inilah hal-hal fositif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menjelang buka puasa, inilah ngabuburit produktif ala anak Millenials. Dengan cara itu kita berharap bisa menambah kebaikan-kebaikan dan aktifitas kita juga bisa berbuah pahala. Disisi lain kita berharap dengan cara seperti ini bisa membuat hubungan kita dengan Allah semakin dekat. Selain itu hubungan kita dengan sesama manusia pun bisa terjalin dengan baik.
Dengan aktifitas ngabuburit seperti ini, insyaAllah puasa kita lebih bermakna. Kewajiban terlaksana, puasa terjaga, Sunnah  dikerjakan dan amal kebaikan  terus ditambahkan yang paling penting bisa tetap berpahala. Kamu anak millenial yang mana, ngabuburit asal suka sehingga jadi sia-sia? Atau mengisi dengan penuh makna sehingga berbuah pahala?[]

Comment

Rekomendasi Berita