by

Sri Handayani, S.Pd: 2030 Indonesia Semakin Kuat

Sri Handayani, S.Pd.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Percaya atau tidak pada sebuah ramalan adalah hak pribadi kita masing- masing. Begitu pula dengan apa yang tertulis dalam sebuah novel, karena novel pada hakekatnya adalah sebuah karya fiksi/ khayalan. Tapi, ternyata dari sebuah novel inilah yang akhir-akhir ini membuat kondisi Indonesia memanas. Hal ini berawal dari hasil blow up video pidato Prabowo oleh warga net.
Vidio itu diambil saat Prabowo berbicara di UI ketika menghadiri peresmian dan bedah buku “ Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusuma” pada 18 September 2017. Dalam acara itu Prabowo turut membawa Novel “ Ghost Fleet” yang ditulis oleh ahli- ahli Intelijen strategis AS – Peter Warren Singer dan August Cole-. Dalam pidato itu Prabowo mengungkapkan salah satu isi novel tersebut, yaitu tentang kondisi Indonesia di tahun 2030 ( detik.com)
Apa yang di sampaikan Prabowo ini sebenarnya sekedar menyampaikan isi yang ada dalam novel tersebut, yang bercerita tentang kehebatan Cina dalam Perang dunia ke tiga. Yang menarik menurut prabowo dari isi novel tersebut hanya satu, yaitu mereka ramalkan Indonesia pada tahun 2030 Indonesia sudah tidak ada lagi. Jika kita menilik dari sejarah, sebenarnya bukan suatu hal yang aneh ketika sebuah negara bubar, sebagaimana yang terjadi di Uni Soviyet. Sebuah negara yang digdaya, terhanyata harus bubar di awal tahun -90 an, ketika Pemerintah Gorbachev gagal mempertahankan persatuannya. 

Ternyata selain Uni Sovyet ada beberapa negara yang bubar di antaranya Jerman Timur (1949- 1990), Cekoslowakia (1918-1992), Khilafah Utsmaniyah ( 1292-1924) dan masih banyak lagi.

Keruntuhan sebuah negara sebenarnya dipicu oleh kelemahan dalam negri dan pengaruh eksternal. Pengaruh Internal ini bisa berupa adanya perebutan kekuasaan dikalangan orang elit, generasi muda yang tidak mau berkecimpung di dunia politik karena menjamurnya narkoba, pergaulan bebas, gaya hidup yang hedonisme, munculnya separatisme di privinsi- provinsi karena adanya perasaan, mereka tidak dipedulikan oleh pemerintah puasat.

Adapun faktor eksternal ini kita juga tidak bisa menghindari, sebagaiman yang kita rasakan saat ini bahwa ide kapitalisme ini menjalankan penjajahannya dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan politik.

Menghadapi kondisi Indonesia yang saat ini memang kedua faktor tersebut ada di negera kita, maka bukan tawar-menawar lagi, bahwa Indonesia harus menjadi negara yang kuat dalam semua bidang baik ekonomi, Politik, Sosial maupun militer. 

Kekuatan itu bisa kita raih ketika kita membekali generasi kita dengan Informasi yang benar dan Islami, sehingga pada diri mereka terbekali dengan pemikiran yang benar dan keyakinan yang kuat terhadap Islam. Yang akhirnya, bisa terwujud kepribadian yang Islami. Karena hanya dengan kepribadian yang bersandar pada Islamlah yang akan bisa menyelamatkan Indonesia bubar di tahun 2030

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + two =

Rekomendasi Berita