by

Sri Ratna Puri: Bumi Cendrawasih Bersedih

Sri Ratna Puri

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Seakan masih belum mau pergi. Bencana terus terjadi di negeri
ini. Setelah tsunami, gempa, longsor, kini banjir bandang di bumi Cendrawasih, Papua.

Lebih dari delapan puluh orang dilaporkan meninggal, lebih dari
delapan puluh orang belum ditemukan, dan lebih dari sembilan ratus orang diberitakan
mengungsi menyelamatkan diri. (TvOne, kabar pagi)
Selain faktor susunan tanah dan faktor alam di musim penghujan,
disinyalir faktor ulah manusia yang menjadi penyebab utama. (voaindonesia.com, 19/3/2019)
Seiring dengan gencarnya pemerintah melakukan program pembangunan
infrastruktur di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Papua. Pembukakaan lahan
baru, diperparah dengan pembalakan kayu hutan yang terus menerus dilakukan, akhirnya
menyebabkan rusaknya keseimbangan alam dan  banjir bandang datang.
Bumi Cendrawasih kini bersedih, hutan sebagai rumahnya semakin
rusak dan menyusut saja. Perlu tindakan nyata untuk bisa menyelamatkannya. Kembalikan
hutan seperti sediakala.
Hutan dalam Islam adalah hak milik rakyat. Artinya, pemanfaatan
dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat. Tentu saja dalam hal infrastruktur
sekalipun.
Negara wajib hadir sebagai penjaga dan pengelolanya. Dan kewajiban
ini harus sejalan dengan keseimbangan alam. Sehingga bumi Cendrawasih, bisa kembali
mempercantik diri. Wallahu’alam.[]

Penulis adalah Penggiat Masyarakat dan Anggota Komunitas Revowriter dan WCWH. Bogor 

Comment

Rekomendasi Berita