RADARINDONESIANEWS.COM, HARRISBURG — Usai menjalani ibadah puasa sepanjang bulan suci Ramadhan, masyarakat Aceh di perantauan Amerika Serikat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh suka cita, Jumat (20/3/2026).
Di Kota Harrisburg, Pennsylvania—yang kerap dijuluki “Kampung Aceh”—lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga simbol identitas dan tradisi yang terus dijaga lintas generasi.
Jauh dari tanah kelahiran, kerinduan terhadap suasana kampung halaman—mulai dari hidangan khas lebaran, keluarga, hingga nuansa hari raya—tetap terasa kuat. Namun, kehangatan kebersamaan antarperantau Aceh di Harrisburg mampu menjadi pengobat rindu, menghadirkan suasana lebaran yang tak kalah khidmat dan penuh makna.
Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini tidak lagi terpusat di satu lokasi. Jika sebelumnya dipusatkan di Farm Show Expo Centre, kini shalat Id dilaksanakan di sejumlah masjid di kawasan Harrisburg dan sekitarnya.
Salah satu titik pelaksanaan adalah American Islamic Cultural Centre Pennsylvania (AICC PA) di Mechanicsburg, sekitar 25 kilometer dari Harrisburg. Masjid ini menjadi pilihan sebagian jamaah, yang ingin merasakan suasana shalat Id di lingkungan dengan populasi muslim yang terus berkembang.
Meski telah memasuki musim semi, udara dingin khas wilayah utara Amerika masih terasa. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah umat muslim dari berbagai latar belakang etnis untuk memadati masjid dan melaksanakan shalat Id berjamaah dengan khusyuk.
Usai pelaksanaan shalat, suasana lebaran berlanjut dengan tradisi yang paling dinantikan: silaturahmi dan open house. Warga Aceh di Harrisburg saling mengunjungi dari rumah ke rumah, saling bermaafan, serta menikmati beragam hidangan khas lebaran seperti masakan tradisional Aceh, aneka kue, dan minuman khas.
Tradisi open house ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (20–21 Maret 2026), menjadi ajang mempererat tali persaudaraan di antara sesama perantau. Momen ini juga menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat, terutama bagi generasi muda Aceh yang tumbuh dan besar di Amerika Serikat untuk saling mengenal dan memahami akar budaya mereka.
Bagi masyarakat Aceh di perantauan, setiap perayaan Idul Fitri menyimpan kenangan tersendiri. Tidak hanya bagi generasi tua yang merindukan kampung halaman, tetapi juga bagi anak-anak dan remaja yang perlahan belajar mengenal identitas budaya mereka di negeri orang.
Tradisi lebaran seperti ini diharapkan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sebagai bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya Aceh di tanah rantau. Minal aidin al faizin, mohon maaf lahir dan batin.[]









Comment