by

Sudirman Said Gadaikan Rumah Biayai Saksi Rp.7 Miliar. Ini Komentar Kan Hiung

Mr. Kan Hiung, Pengamat politik dan hukum.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Untuk mengejar sebuah kursi dan jabatan Gubernur butuh modal yang mungkin lebih besar dari modal untuk membuka sebuah pabrik atau bsinis besar. Demikian ungkap Kan Hiung melalui rilisnya yang dikirim ke redaksi, Ahad (23/6/2018).

Sebelumnya Prabowo pernah menyampaikan bahwa untuk biaya Cagub 300 miliar adalah Paket Hemat atau PAHE.

“Saya bingung saja, sampai kapankah sistem seperti ini berlangsung? Kita ketahui gaji tambah bonus segala macam, sebulan,  gubernur hanya dapat uang sekitar Rp.150 juta, Jika di X 5 tahun baru sekitar Rp.9 miliar, semua orang hidup pasti punya kebutuhan hidup untuk keluarganya.”Ujar Kan Hiung.

Sedangkan uang pribadi sebanyak itu, lanjutnya, ditambah katakanlah sebagian besar bantuan pemodal besar.

“Semua uang yang sudah dikeluarkan ratusan miliar itu apakah ada orang yang mau ikhlas begitu saja? Lalu jika tidak ikhlas harus mengambil kembali lewat jalur apa? Tentu saya menduga hanyalah satu jalur lewat korupsi dan atau KKN.” Sergahnya.

Ditambahkan Kan Hiung, apakah kita masih heran begitu banyak koruptor yang sudah ditangkap? Yang belum ketangkap saja, saya yakin jika dengan menerapkan pembuktian harta terbalik pasti jarang ada kelas menengah sampai kelas kakap yang dapat lolos.

“Saya sangat berharap, sistem sesat seperti ini harus segera diperbaiki, agar Negara Republik Indonesia menjadi maju dan makmur.” Ujar pengamat politik dan hukum ini kepada radarindonesianews.com.

Kan menyayangkan bahwa Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said membiayai saksi-saksi untuk pilgub dengan menggadaikan rumahnya. Untuk biayai saksi-saksi, ia membutuhkan uang Rp 7 miliar.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =

Rekomendasi Berita