by

Sukma Oktaviani: Kemaksiatan Buah Sistem Sekuler

Sukma Oktaviani (Kanan)
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berita yang sangat mencengangkan, bahkan beberapa orang mungkin tak merasa kaget akan berita ini. Dilansir dari salah satu media berita bahwa satu sekolah 12 siswinya hamil akibat korban pemerkosaan. (tribunnews.com)

Yang lebih mencengangkan lagi salah satu dari siswi ada yang sampai melahirkan di toilet sekolah. Miris, maraknya pergaulan bebas akibat sistem sekuler telah melahirkan generasi rusak, dan jauh dari agama. 

Selain karena pergaulan bebas, penggunaan teknologi yang berperan pada rusaknya generasi pun terus berjalan hingga kini, teknologi yang harusnya menjadi media berguna dan bermanfaat malah digunakan para kalangan menjadi sarana kemaksiatan. 

Sistem sekuler memberi fasilitas media yang bisa digunakan menonton vidio porno, sex bebas, pergaulan bebas dan vidio yang tak pantas dipertontonkan. Hal itu, menjadi salah satu dorongan kemaksiatan merajalela. Terutama, pemerkosaan seperti berita diatas. 

Tak mungkin ada asap bila tak ada api, begitulah analogi tak mungkin ada kemaksiatan bila tak ada pemicunya. Benar bukan? 

 Sistem Sekuler Tak Mampu Menyelesaikan 

Sistem sekuler tak akan mampu menyelesaikan secara tuntas permasalahan ini, karena jika sudah bebas tetaplah bebas asal tak merugikan pihak lain dengan iming-iming HAM. 

Sistem sekuler tak akan bisa mendidik generasi dengan menanamkan aqidah yang benar dalam dirinya, karena agama dipisahkan dari kehidupan di sistem sekuler. 

 Islam Solusi Tuntas 

Hanya Islamlah yang memiliki solusi tuntas permasalahan ini, karena Islam aturannya diciptakan oleh Allah sang pencipta alam ini. Aturan Islam bukan ciptaan manusia.

Aturan Islam langsung dari Allah untuk umatnya, tak seperti aturan sistem sekuler yang berasal dari nafsu manusia belaka. Hanya Islam yang memiliki aturan tegas, Islam tak mungkin membiarkan media yang merusak generasi terus dibiarkan. 

Permasalahan kemaksiatan bisa dituntaskan hanya dengan Islam, maka aturan Islam harus diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan, agar generasi tak rusak, karena rusaknya generasi menandakan rusaknya bangsa. Jangan biarkan generasi rusak; jangan biarkan bangsa rusak. Sulusi tuntas: merapkan aturan Allah di seluruh aspek kehidupan. Wallahu alam.[]

Comment

Rekomendasi Berita