SWI Prihatin atas Pencabutan ID Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

Nasional371 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sekber Wartawan Indonesia (SWI) menyampaikan keprihatinan atas pencabutan kartu identitas liputan Istana milik wartawan CNN Indonesia, Diana Valencia. Peristiwa itu terjadi setelah Diana melontarkan pertanyaan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

“Kami SWI merasa prihatin atas hal yang dialami wartawan CNN Indonesia itu,” ujar Plt. Ketua Umum/Sekjen SWI, Herry Budiman, dalam keterangan melalui WhatsApp yang diterima redaksi, Minggu sore (28/9/2025).

Menurut Herry, pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang jelas kepada publik. Terlebih, Program MBG tengah menjadi sorotan setelah kasus keracunan yang meluas di berbagai daerah dan ramai diberitakan di sejumlah media.

“Dalam tugas jurnalistik profesional, wartawan wajib melakukan konfirmasi, menguji informasi, serta memastikan prinsip cover both sides agar masyarakat memperoleh informasi akurat dan valid,” tegasnya.

SWI pun menyampaikan tiga sikap terkait pencabutan kartu liputan Diana Valencia:

1. Menilai tindakan pencabutan ID Liputan Istana sebagai bentuk pembungkaman terhadap kemerdekaan pers.

2. Menganggap langkah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden berpotensi membuat wartawan istana bekerja sebatas penyampai pesan resmi pemerintah.

3. Mengingatkan bahwa pers harus ditempatkan sebagai mitra, kontrol sosial, sekaligus pengawas pemerintahan dan penyampai informasi yang akurat bagi masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah pemberitaan menyebut Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden mencabut kartu liputan istana milik Diana Valencia karena keberatan atas pertanyaan yang diajukan kepada Presiden Prabowo mengenai MBG saat tiba dari lawatan luar negeri di Halim, Sabtu (27/9/2025).

Biro Pers menilai pertanyaan tersebut di luar konteks, sehingga memutuskan mencabut kartu liputan Diana. Padahal, tanpa kartu liputan, seorang wartawan tidak dapat meliput kegiatan di lingkungan Istana Kepresidenan.[]

Comment