![]() |
| Copyright: patheos.com |
sombong terhadap hal-hal yang sebenarnya sangat tak layak untuk
disombongkan. Betapa sering diri ini lupa diri membangga-banggakan
sesuatu yang seharusnya lebih baik disyukuri bukan dipamer-pamerkan. Dan
seringkali diri ini lupa bahwa semuanya hanyalah titipan.
Hidup
ini bukan kita yang punya. Harta, kehidupan, dan nyawa, semua itu adalah
titipan. Tak pernah ada yang benar-benar kekal. Tak pernah ada yang
bisa kita genggam untuk selamanya. Bahkan napas yang kita miliki ini pun
suatu saat akan diambil lagi oleh-Nya.
Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Karena
alasan kesibukan, jadwal yang padat, dan masalah yang datang
bertubi-tubi, kita sering merasa tidak perlu bersyukur. Apalagi kalau
doa-doa kita rasanya masih belum banyak yang terkabul. Mengucap rasa
syukur saja rasanya susah minta ampun. Kita lebih disibukkan dengan
urusan-urusan duniawi dan egoisme diri, sampai lupa kalau semua yang
kita punya hari ini akan dimintai pertanggungjawaban.

Copyright islamicartdb.com
Kerasnya
hati membuat kita jadi seseorang yang begitu sombong. Tak ada lagi
waktu untuk bersujud dan berdoa dengan sungguh-sungguh pada-Nya. Diri
jadi bebal tak lagi mensyukuri setiap rezeki dan nikmat yang diberikan.
Padahal hanya Dia yang akan mengulurkan pertolongan di kala kita
terjatuh. Hanya Dia yang bisa melindungi kita dari berbagai macam
bahaya.

Copyright id.pinterest.com/Kindnessheart/
Bagaimana
jika semua yang kamu miliki hilang semuanya saat ini juga? Apa yang
akan kamu lakukan jika semua yang ada dalam genggamanmu lepas tanpa
pernah kamu duga? Sering kita lupa akan hal itu. Akibatnya kita merasa
yang paling kuat dan sok bisa menghadapi segalanya. Merasa tak butuh
bantuan dari-Nya. Padahal di dunia ini, kita tak pernah memiliki apa-apa
untuk selamanya.

Copyright: umiimran.blogspot.com
bersyukur, Ladies. Meski ada banyak ujian dan masalah, tetaplah
bersyukur. Karena jatuh, kita lebih menghargai kaki yang sehat dan bisa
melangkah. Karena kita tahu sesaknya menangis dan air mata, kita belajar
untuk lebih menghargai saat-saat bahagia. Dan dari berbuat salah kita
akan lebih memahami arti bersyukur.
Saatnya untuk lebih banyak
bersyukur karena masih diingatkan untuk berhati-hati melangkah.
Bersyukur karena ternyata kita diberi peringatan agar tak mengulangi
kesalahan yang sama. Bersyukur karena kita masih diberi hidup untuk
dimanfaatkan sebaik-baiknya.(vem/nda)










Comment