by

Tak Padam Oleh Kondisi, Gitaris Ini Produksi Seruling Dan Alat Lain Dari Bambu

 

RADARINDONESIANEWS.COM, SUKABUMI – Upaya pemerintah menghambat penyebaran virus Covid-19, berdampak pada kegiatan pekerja seni. Akibatnya tingkat kesejahteraan mereka yang mengandalkan keahliannya dibidang seni dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengalami penurunan secara drastis.

Kendati demikian, dampak negatif akibat Pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan bagi seorang gitaris asal Sukabumi ini, yakni Ahmad Shofi Nurzaman yang akrab dipanggil Mr. Ahmad ini telah merilis 3 single solo gitar.

Namun, sejak akhir tahun 2020, ia telah membuat kerajinan suling bambu, bahkan Ahmad berencana akan mendirikan sebuah Sanggar Kesenian.

“Saya baru belajar membuat suling ini sejak bulan Oktober tahun 2020, kuncinya hafal dan paham solmisasi. Pada dasarnya musik itu adalah unsur suara yang berada pada rentan frekuensi” ungkap Ahmad kepada awak media, Sabtu (04/09/2021)

Meskipun terbilang baru menjadi pengrajin suling dari bambu, Ahmad telah memproduksi alat tiup tersebut setiap hari. Dengan tujuan suling karya tangannya itu selalu ready ketika ada pesanan.

“Dalam pembuatan alat musik tiup ini selalu diproduksi, saya membuat alat suku Indian Inca dan suling Sunda. Untuk alat tiup khas suku Indian, saya membuat dua jenis alat tiup, yaitu Zampona dan Quena.” jelasnya.

Ahmad mencari nafkah sebagai pengrajin suling bambu di Kediamannya Kp. Ciparapat RT. 010 RW. 03, Desa Bangbayang, Kec. Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat. Buluh bambu diserutnya secara perlahan, kemudian bambu dilubangi dengan seksama agar menghasilkan suara yang sempurna.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan bahwa lama pembuatan tergantung desain yang diinginkan, “Tergantung desainnya, terutama dalam proses painting yang membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 hari. Terus tergantung cuaca” katanya.

Sosok Ahmad di wilayahnya dikenal supel dan baik, pesanan jenis suling yang dibuat oleh hasil karya tangannya itu, diperoleh dari mulut ke mulut. Bahkan sampai luar daerah tidak mau ketinggalan ingin meniup suling bambu buatannya itu, dan melakukan pemesanan secara online.

Untuk diketahui, Ahmad adalah seorang gitaris yang tergabung di komunitas gitaris klinik, Ia telah merilis 3 single solo gitar ke believe musik. Solo gitarnya pun mempunyai khas yang berbeda dari solo gitar pada umumnya.

Selain itu, gitaris kelahiran 1995 yang berasal dari Sukabumi ini, pada aransemen gitar solo nya ia mengkolaborasikan notasi etnik Sunda, Jawa dan Bali kedalam genre Metal. Sebagai gitaris dan pengrajin suling ia mempunyai rencana kedepan dalam dunia keseniannya.

“Saya mempunyai rencana, kedepannya akan mendirikan berupa perkumpulan seni atau sanggar yang diberi nama Gumarang Tunggal” ungkap Ahmad.[Mai]

Comment

Rekomendasi Berita