Tanam Raya Padi dan Deklarasi Jatam PDM Sleman

Berita849 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, SLEMAN — Deklarasi Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dan tanam raya padi bersama Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun, M.Kes, Drs M Afnan Hadikusumo (Anggota DPD RI Dapil DIY), pimpinan Muhammadiyah DIY dan Sleman, Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Perguruan Tinggi Aisyiyah di DIY, berlangsung di area sawah Dusun Mergan, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Sleman, Senin (10/9/2018).
Acara yang didampingi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Dr. Nurul Yamin, M.Si, dihibur kesenian klothekan, hadroh, gejog lesung dan drumband SMP Muhammadiyah Minggir.
Usai kegiatan itu, dilaksanakan peresmian dan penandatanganan prasasti Kantor PCM Minggir di Ngloji, Sendangagung, Minggir, Sleman, oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr H Haedar Nashir, M.Si dan penyerahan bantuan mobil eks Pemkab Sleman dari Bupati Sleman kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir.
Dalam sambutannya, Drs M Afnan Hadikusumo, merasa prihatin tentang kondisi pangan, yang merupakan kebijakan importasi yang berlebihan terhadap kebutuhan pangan kita. “Sehingga kebijakan tersebut sangat merugikan para petani,” kata Afnan Hadikusumo.
Problem yang kedua, seperti dikatakan Afnan, adalah masalah mutu. “Mutu produk pertanian kita rata-rata di bawah standar internasional,” kata Afnan, yang menambahkan dampaknya adalah banyak produk pertanian yang tidak dapar bersaing di pasar luar negeri.
“Jawaban atas persoalan itu adalah kurangi impor produk pertanian yang sudah dikelola oleh petani Indonesia dan tingkatkan mutu produk pertanian,” papar Afnan Hadikusumo.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr H Haedar Nashir, M.Si, mengatakan, para generasi muda jangan malu menjadi seorang petani. “Karena seorang petani ada pekerjaan yang sangat mulia,” kata Haedar Nashir, yang minta generasi muda untuk menjaga jangan sampai sawah-sawah itu beralih fungsi menjadi perumahan yang membuat tanah tidak produktif. 
Bagi Haedar, adanya jamaah tani Muhammadiyah ini, diharapkan para petani memiliki wadah untuk berbagi ilmu dalam bercocok tanam. “Harapannya bisa menjadi daerah percontohan bagi daerah lain akan jamaah tani Muhammadiyah,” ujar Haedar Nashir. 
Semoga kecamatan Minggir, Sleman, dapat surplus beras dan dapat menjual ke luar daerah ataupun di impor ke luar negeri.
Sedangkan Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) terus berupaya melakukan peningkatan kualitas individu masing-masing binaan MPM. (Affan)

Comment