by

Terkait Soal Banjir Di DKI, Ini Surat Terbuka Mr.Kan Hiung Kepada Anies Baswedan

Mr.Kan Hiung 
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Persoalan banjir dan kemacetan lalu lintas adalah dua persoalan utama DKI Jakarta yang hingga kini belum mendapatkan solusi tepat sasaran. Beberapa gubernur dengan kebijakannya belum memberikan kebijakan solutif mengatasi persoalan itu.
Hal ini mendapat kritikan tajam dari Mr. Kan Hiung terhadap kinerja Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk segera mengatasi persoalan banjir yang terjadi di wilayah DKI, khususnya Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa banjir akibat hujan yang terjadi pada  Selasa (2/4/2019) membuat prihatin seorang Mr. Kan yang sempat melihat dan merekam semrawutnya lalu lintas akibat genangan air yang hanya kurang satu jam lamanya. Berikut adalah surat Mr. Kan yang ditujukan kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan.
Kepada yang terhormat: 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 
dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Dengan Hormat,

Berdasarkan fakta yang saya saksikan bahwa pada Selasa (2/4/2019) telah terjadi hujan yang berlangsung kurang lebih 1 jam di Cangkareng, Jakarta Barat. Akibat turunnya hujan tersebt telah mengakibatkan banyak sepeda motor mogok dan sebagian besar harus mendorong motor karena sudah mogok dan sebagian lagi takut mogok. Bukan hanya kendaraan roda dua mobil pun ada yang sempat mogok padahal hujan turun hanya sekitar satu (1) jam saja. Sepatu dan celanapun basah terendam air kotor. Terlihat masih ada sampah yang berserakan dan terjadi kemacetan sangat parah sampai berjam-jam/KM.
Banjir dan kemacetan, merugikan masyarakat dan menjadi PR Pemda DKI untuk mencarikan solusi cepat dan tepat
Dampak pembangunan tata kota yang tidak berprikemanusian menyebabkan banyak orang yang harus merasakan penderitaan. Fakta di DKI Jakarta. Posisi banjir tepatnya di putaran balik pintu air, pas depan POM Bensin/SPBU Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Selasa, 2 April 2019.

Semoga pemerintah DKI Jakarta segera memperbaiki fakta kondisi seperti ini secara cepat dan dengan cara yang tepat. Jika keadaan seperti ini terus dibiarkan, maka setiap turun hujan banyak warga DKI Jakarta mengalami kerugian pada saat melewati jalan raya tersebut.

Penambahan pembangunan jalan raya tersebut seingat saya di jaman kepemerintahan Gubernur DKI Jakarta Jokowi – Ahok, dan jalan raya tersebut sudah dibangun sejak jaman Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Jalan TOL yang berdiri ditengah-tengah itu dibangun oleh Gubernur DKI Jakarta era Sutiyoso dan Fauizi Bowo, dahulu adalah saluran air yang besar, setelah dibangun jalan TOL, saluran air tersebut selalu menumpuk air dan tidak terlihat mengalir kemana-mana atau kering.

Saya kira tepatnya saat ini adalah tugas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dan agar memperbaiki semua pembangunan infrastruktur yang bobrok seperti jalan raya tersebut, air menampung di tengah jalan raya seperti sungai dengan air kotor berada di atas jalan raya.

Air di dalam jalan raya tersebut tidak bisa mengalir kemana pun, sama halnya ibarat seseorang bisa makan dan minum tapi tidak bisa buang air besar dan kecil. Pembangunan seperti ini adalah hasil kerja yang bobrok.

Mr.Kan Hiung
Mr. Kan Hiung sempat mendokumentasikan peristiwa banjir yang menyebakan banyak kerugian seperti macet dan kerusakan kendaraan akibat terendam air yang menggenang.
Dalam surat yang ditujukan kepada Gubernur Anies Baswedan itu, Mr. Kan Hiung berharap pemerintah mengambil langkah solutif, cepat dan tepat.[]

Comment

Rekomendasi Berita