by

Terlepas Dari Persoalan Isolasi Teluk, Mengapa Qatar Penting Bagi China?

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Langkah
isolasi terhadap Qatar oleh negara-negara Teluk berpotensi melukai ambisi presiden China Xi Jinping di kawasan
itu karena rencana perdagangan
besarnya “Belt and Road” dan dapat
mengganggu rencana perjalanan wisatawan mancanegara.
Tapi hubungan antara Qatar dan China berjalan jauh lebih dalam daripada sekedar Silk Road modern. Masalah yang sedang berjalan dengan negara-negara Teluk bisa berdampak
pada perencanaan perdagangan, investasi dan infrastruktur yang lebih
luas.


Jadi dari sudut pandang hubungan China-Qatar, inilah pertanyaan kunci setelah terjadinya pecah diplomatik Teluk:

1. Apakah sebuah perjanjian perdagangan bebas regional masih dimungkinkan?China bekerja untuk menegosiasikan sebuah perjanjian perdagangan bebas dengan Gulf Cooperation Council, termasuk Qatar. Sayangnya
untuk China, yang pertama kali menegosiasikan kesepakatan tersebut pada
tahun 2004, blok tersebut juga mencakup Bahrain, Arab Saudi dan Uni
Emirat Arab, yang semuanya memutus hubungan diplomatik dengan Qatar
pada hari Senin.
Jika anggota tidak dapat menyelesaikan perbedaan mereka, kesepakatan perdagangan China-GCC tidak beralasan.


2. Apakah perdagangan dua arah China-Qatar masih menjanjikan?

Menurut Reuters, total
perdagangan dua arah antara China dan Qatar meningkat tiga kali lipat
antara 2008 dan 2013 menjadi sekitar US $ 11,5 miliar..
Tahun lalu, Qatar memasok 19 persen impor gas alam cair China, menurut
IHS Fairplay, yang membuat pemasok gas kedua terbesar di Qatar setelah
Australia.


Menurut Bank Dunia, pada 2015, Qatar mengimpor barang senilai US $ 3,77 miliar dari China,
sebagian besar konsumen, mesin atau barang listrik.


Statistik dari Central Intelligence Agency menunjukkan bahwa China
menyumbang 11,9 persen dari perdagangan Qatar pada tahun 2015, yang
menjadikan Middle Kingdom Qatar sebagai mitra dagang teratas.
3. Bagaimana status investasi infrastruktur China di Qatar?Pada tahun 2014, China menanda-tangani kesepakatan untuk berpartisipasi
dalam membangun proyek infrastruktur senilai $ 8 miliar di Qatar, yang
berada di tengah ledakan infrastruktur.


Proyek tersebut meliputi pekerjaan konstruksi sipil, pembangunan
jalan, jembatan, pelabuhan dan infrastruktur telekomunikasi, lapor Gulf
Times.


Setelah
Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, China Railway
Construction Corp memenangkan kontrak untuk membangun stadion untuk
acara tersebut.
Karena keretakan, kini ada keraguan serius apakah Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia seperti yang direncanakan.


4. Seberapa besar aliran dana melintas antara China dan Qatar?Investasi China di Qatar meningkat dengan cepat. Investasi langsung China ke Qatar meningkat 77,5 persen tahun lalu dari tahun sebelumnya. Bank Industri dan Komersial China meluncurkan pusat kliring yuan China Timur Tengah pertama di Qatar pada tahun 2015.


Menurut Reuters, pada
awal tahun ini, Qatar National Bank, bank terbesar di Timur Tengah dan
Afrika, memiliki aset dan meningkatkan pinjaman senilai $ 1 miliar di pasar
bank Asia, 
Agricultural Bank of China memiliki peran utama dalam pinjaman.


Dan Qatar sangat antusias untuk menunjukkan bahwa hal itu menghargai dukungan China. Pada tahun 2015, ia meluncurkan pameran dagang Made in China tahunan,
untuk menampilkan produk-produk China dan mendorong hubungan antara
kedua negara.


Qatar telah berinvestasi di China yang lebih besar selama bertahun-tahun. Pada
tahun 2014, Qatar membayar HK $ 4,78 miliar
untuk mengamankan 20 persen saham di operator toko saham Sogo Hong Kong
Lifestyle International Holdings.
Pada 2012, dana tersebut membeli 22 persen saham Citic Capital Holdings, salah satu dana investasi utama China. Dana kedaulatan Qatar, Qatar Investment Authority, merupakan investor
papan atas di penawaran perdana perdana Bank Pertanian China 2010.


5. Apakah ada ruang yang dapat dipulihkan antara China dan Qatar?Gejolak yang terjadi Senin itu awalnya tidak mengindentikan Qatar terkait dengan terorisme. Baik
Qatar maupun Arab Saudi telah dituduh menghabiskan miliaran dolar untuk
mempromosikan Wahhabi Salafisme, sebuah bentuk fundamentalis
konservatif Islam yang merupakan basis ideologis Negara Islam.
Ada yang bilang Negara-negara Teluk bertanggung jawab menyebarkan ekstremis Islam yang mengarah ke ISIS.


Itu adalah titik gesekan potensial antara China dan Qatar. China
memiliki kebijakan yang menindas di provinsi Xinjiang, wilayah yang
penuh dengan hiruk-pikuk yang oleh penduduk muslim Uighur disebut sebagai negara. Chinan menyalahkan ekstremis Islam atas kekerasan di wilayah tersebut.[]
Penulis
Julia Hollingsworth
A reporter with the South China Morning Post.
Before coming to SCMP, she studied Mandarin at Tsinghua University,
Beijing, and worked in New Zealand as a general news reporter for
Australian Associated Press.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =

Rekomendasi Berita