RADARINDONESIANEWS.COM, MALANG — Universitas Islam Malang (UNISMA) menggandeng organisasi Jalin Pena Indonesia menggelar Seminar Nasional yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus organisasi tersebut pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kampus UNISMA itu dihadiri kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan tamu undangan dari berbagai daerah.
Seminar mengangkat tema “Reimagining Education in the Age of Artificial Intelligence: From Knowledge Transfer to Human Transformation”.
Tema itu menyoroti tantangan dunia pendidikan dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sekaligus mendorong transformasi pendidikan yang lebih berorientasi pada pengembangan manusia.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pula pengukuhan pengurus Jalin Pena Indonesia atau Jaringan Literasi Inovasi Pendidikan Indonesia. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah pengembangan literasi dan inovasi pendidikan guna memperkuat kualitas pendidikan nasional di era digital.
Kolaborasi antara UNISMA dan Jalin Pena Indonesia disebut menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Sinergi itu juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Pembicara utama seminar, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd., menilai dunia pendidikan saat ini tidak lagi sekadar mempersiapkan masa depan, tetapi telah hidup di tengah perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital dan AI.
Dalam paparannya, Misbah mengulas arah kebijakan pendidikan nasional mulai dari amanat UUD 1945 Pasal 31 hingga Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045.
Ia menegaskan bahwa teknologi semestinya diposisikan sebagai alat bantu untuk memperluas akses pendidikan, mendukung personalisasi pembelajaran, serta meningkatkan efisiensi administrasi melalui pemanfaatan AI Assistant dan Learning Management System (LMS).
“Teknologi memang berkembang pesat, namun kecerdasan manusia tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan. Empati, etika, kreativitas, kepemimpinan, nilai spiritual, moral, dan kemampuan membangun relasi sosial adalah pilar utama pendidikan karakter,” ujar Misbah.
Menurut dia, penguatan aspek human intelligence menjadi hal penting agar transformasi pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi yang unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral dan kemampuan sosial yang kuat.
Melalui seminar nasional dan pengukuhan tersebut, UNISMA bersama Jalin Pena Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program literasi nasional.
Keduanya berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak, keimanan, dan ketakwaan.[]













Comment