by

Waduh Politisi Demokrat, Ramadhan Pohan Masuk Bui

Ramadhan Pohan, Politisi Demokrat
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Satu lagi Politisi Partai Demokrat
tersangkut kasus hukum. Kali ini, bekas anggota DPR RI 2009-2014,
Ramadhan Pohan masuk bui setelah dijemput paksa petugas Ditreskrimum
Polda Sumut dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
 
Ramadhan Pohan yang saat ini masih menjabat Wakil Sekjen DPP Partai
Demokrat menjadi tersangka kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp 24
milyar. Uang ini infonya dipinjam yang bersangkutan dari para simpatisan
saat mencalonkan diri jadi Wali Kota Medan tahun lalu.


Informasi mengenai penangkapan salah satu pengurus inti partai
Demokrat ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari
Ginting yang menyebutkan bahwa Ramadhan Pohan dijemput paksa dari
Jakarta, karena tidak memenuhi panggilan Polda Sumut.


Manurut Rina, Ramadhan sudah pernah diperiksa, namun ketika itu
statusnya masih sebagai saksi. Tapi setelah ditetapkan sebagai tersangka
dan ketika dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka, Ramadhan
Pohan tidak hadir dengan alasan gula darahnya sedang naik.


“Beberapa hari setelah balasan tidak bisa hadir, Ramadhan Pohan
diketahui berada di Medan yang terlacak melalui peralatan
telekomunikasi, namun tidak datang ke Polda Sumut. Akhirnya, berdasarkan
undang-undang, bila panggilan kedua tidak juga hadir, wajib dilakukan
jemput paksa. Atas dasar undang-undang, mantan anggota DPR RI itu
dijemput paksa dari Jakarta,” katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ramadhan Pohan meminjam uang
dari sejumlah rekan dan simpatisannya untuk biaya kampanye. Namun,
sampai waktu yang dijanjikan, Ramadhan Pohan tak kunjung mengembalikan
uang tersebut.


Bahkan, setiap ditelepon oleh peminjam uang, ponselnya tidak aktif
dan bila kebetulan bertemu, Ramadhan selalu memberikan alasan
macam-macam. Merasa ditipu, para korban membuat pengaduan ke Polda
Sumut. Hingga akhirnya, Ramadhan Pohan ditangkap.


Belum lama ini juga salah satu politisi Pdartai Deokrat yang duduk di
Komisi III DPR, I Putu Sudiantara dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi
atau KPK, terkait kasus suap infrastruktur di Sumatera Barat.
(Adriansah/bb)

Comment

Rekomendasi Berita