Wamen Ekraf Irene Umar Dorong Dangdut Go International lewat Kolaborasi Pikachu dan Happy Asmara

Budaya62 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, mendorong musik dangdut menembus pasar internasional melalui kolaborasi lintas budaya antara karakter global Pikachu dan penyanyi dangdut Happy Asmara.

Hal itu disampaikan Irene dalam sebuah acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Menurut dia, kolaborasi lintas industri dan budaya menjadi strategi penting untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

“Pikachu adalah global icon, international icon. Sementara dangdut adalah sesuatu yang sangat grassroots dan sangat Indonesia. Kalau bicara dangdut, orang langsung tahu itu Indonesia,” kata Irene.

Ia mengatakan, kerja sama dengan waralaba The Pokémon Company diharapkan dapat memperluas pengenalan dangdut kepada masyarakat dunia. Irene berharap langkah tersebut juga membuka peluang bagi musisi dangdut Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

“Lewat kolaborasi seperti ini, kami ingin budaya Indonesia bisa naik kelas ke level dunia. Harapannya, Happy Asmara juga bisa mendapatkan peluang tampil bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara,” ujarnya.

Menurut Irene, konsep kolaborasi budaya sebelumnya telah terbukti berhasil, salah satunya ketika batik dikemas lebih modern dan diminati generasi muda. Pendekatan kreatif, kata dia, menjadi cara efektif untuk melestarikan budaya sekaligus menjangkau audiens baru.

“Kita pernah melihat bagaimana batik bisa kembali populer di kalangan anak muda. Sekarang kami ingin hal serupa terjadi pada dangdut,” tuturnya.

Ia menilai kolaborasi tersebut mampu menghadirkan energi positif, termasuk bagi masyarakat yang sebelumnya tidak akrab dengan musik dangdut.

Lebih lanjut, Irene mengungkapkan kerja sama antara pihak Pokémon dan Kementerian Ekonomi Kreatif masih akan terus berlanjut. Meski belum merinci proyek berikutnya, ia memastikan sejumlah kolaborasi baru tengah dipersiapkan.

“Tujuannya sederhana, memastikan intellectual property dan budaya Indonesia bisa masuk ke level internasional lewat kolaborasi-kolaborasi kreatif seperti ini,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Irene juga mengajak media dan berbagai pihak untuk bersama-sama kembali mempopulerkan dangdut sebagai salah satu identitas budaya Indonesia.[]

Comment