by

War On Terrorism, War On Islam?

-Opini-20 views

 

 

Oleh : Desi Nurjanah, S.Si, Mahasiswi S2 Gazi University, Ankara, Turki

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Baru baru ini publik dibisingkan dengan dua peristiwa yang dikaitkan dengan isu teroris yang bermuara pada stigmatisasi umat dan ajaran Islam.

Dua petrstiwa ini memang perlu mendapat kajian mendalam dan transparan agar diketahui siapa otak di balik peristiwa tersebut secara terang.

Perlu digaris bawahi bahwa apapun alasannya tindakan bom bunuh diri sangat bertentangan dengan konsep dan ajaran Islam dang damai.

Ide terorisme ini bersal dari Barat yang disebarkan ke dan diadopsi oleh seluruh negeri-negeri muslim dengan penyebutan war on terrorism yang sejatinya war on Islam.

Tujuan dan pembentukan opini ini adalah menjauhkan Islam dari kaum muslim dengan membentuk rasa takut untuk mempelajari Islam. Karena, orang yang mempelajari Islam akan disebut sebagai radikal, intoleran dan teroris.

Penyebutan seperti ini merupakan bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam dan kaum muslim, sehingga banyak yang takut mempelajari Islam padahal seorang muslim wajib mempelajari Islam. Bukan justeru bangga karena banyak mengadopsi ide-ide Barat yang menjauhkan dari Islam dan kaum muslim.

Justeru ide-ide Baratlah yang sejatinya membuat kerusakan dengan membangun stigma dan terminologi seperti radikal, intoleran dan teroris di tengah-tengah masyarakat Islam dan dunia.

Islam memberikan keamanan, kenyamanan dan jaminan nyawa kepada rakyat. Bahkan Islam mengharamkan teror kepada sesama muslim atau non muslim.

Jangankan meneror masyarakat, Islam dengan tegas mengharamkan seorang muslim mengacungkan pedang kepada muslim lain bahkan non muslim.

Selain itu, tidak boleh seorang muslim memberikan pedang tanpa pembungkus atau pelapis pedang. Karena sama saja artinya mengajak perang terhadap sesama muslim atau non muslim yang bersedia tunduk diatur oleh aturan Islam.

Dengan demikian, tidak mungkin seorang yang mempelajari Islam kemudian menjadi seorang radikal, intoleran dan teroris.

Telah jelas bahwa Islam mengharamkan adanya aksi teror di tengah-tengah masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa ide terorisme berasal dari Barat bukan berasal dari Islam.

Negara akan memberi sanksi jera kepada orang yang menebar teror sehingga tidak akan didapati lagi aksi teror terhadap masyarakat serta adanya jaminan keamanan dan nyawa.

Keamanan hanya akan didapat manakala negara menerapkan aturan Islam secara sempurna. Maka, wajar jika yang ada hanya keresahan dan kerusakan di tengah-tengah masyarakat.[]

_____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three − 3 =

Rekomendasi Berita