by

Warga Inginkan Pembangunan Jalan Ranjeng-Cembeh Dikerjakan Optimal.

RADARINDONESIANEWS.COM, SERANG – Kegiatan pembangunan jalan dan jembatan perdesaan yang berlokasi di Jalan Ranjeng – Cembeh, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dengan volume panjang jalan mencapai 1.710, pelaksana kegiatan CV. Banten Gugus Selatan dinilai masyarakat tidak dikerjakan secara optimal oleh kontraktor.

“Warga menilai pada pekerjaan tersebut, ditemukan ketebalan betonisasi ada yang hannya 12 cm disisi pinggir jalan. Serta tidak meratanya pemadatan batu split yang sudah digelar rigid pavement (betonisasi) dan terindikasi akan terjadi keretakan jalan akibat dilalui kendaraan roda empat.” ujar Yoki warga Ciruas kepada radarindonesianews. com, Selasa (8/5).

Menurut Yoki warga ciruas “pihak kontraktor seharusnya bekerja sesuai spek yang ada jangan hanya ingin untung besar tapi mengurangi kualitas, lagi-lagi masyarakat yang dirugikan”.keluhnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Eki, konsultan pengawas mengatakan, “Sudah saya tegur pak kepada pelaksananya, cuma kan tebal beton tergantung Bekisting, dan saya sudah cek tebal Bekisting, menurut saya ini human eror, pihak kontraktor juga udah bilang agar kedepannya akan lebih teliti lagi” ujar eki.
Disoal masalah pemadatan kata eki “Itu karena faktor cuaca, tanah dasar yg masih labil dan kendaraan yg melintas seperti truk molen, sebelum pembetonan kan udah di uji sand cone dulu untuk pemadatan nya, udah saya tegur pihak kontraktor soal pemadatan juga pak, akan di perbaiki katanya melalui sambungan whaatsap, Senin (7/5).

Di tempat terpisah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geram Banten, Wilayah Koordinasi Kabupaten Serang, melalui Koordinator, Yusa Qorni akan melapdukan terkait peningkatan Jalan Ranjeng – Cembeh yang terindikasi dikerjakannya asal jadi.(8/5).

Sampai saat ini pihak kontraktor sulit dihubungin dan belum bisa di konfirmasi.(Git-Wdr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 4 =

Rekomendasi Berita