by

Wartawan di Aleppo Tuding Media Rusia Bohong

Warga Suriah di Aleppo memenuhi angkutan sebuah truk. (Foto: AFP/STRINGER)
RADARINDONESIANEWS.COM, KHARTOUM – 17 Rabi’ul Awwal 1438/ (MINA) – Setelah sempat melaporkan melalui pesan suara kondisi buruk di Aleppo Timur yang diblokade pasukan Suriah, satu-satunya wartawan asing di sana, Bilal Abdul Kareem, Sabtu (17/12) menuding media Rusia telah berbohong terkait pemberitaan tentang evakuasi warga sipil.

Kareem yang bekerja untuk media On the Ground News itu mengatakan, media pemerintah Rusia, “Russian Today (RT)”, telah berbohong dengan mengatakan seluruh warga sipil di Aleppo timur sudah dievakuasi keluar dari wilayah kantung yang dikepung tersebut.

“Saya masih di sini dan ada puluhan ribu warga sipil masih berada di sini (Aleppo Timur),” kata Kareem yang dikutip oleh Koresponden MINA di Khartoum, Sudan, Siddiq Mustaqim. “Saya melihat banyak warga yang dipulangkan kembali ke Aleppo Timur dan berkata bahwa mereka tidak dapat pergi hari ini (Jumat).”

Siddiq mengatakan, dalam laporannya, Kareem meminta masyarakat internasional untuk menyebarkan berita tersebut untuk mencegah Rusia berhasil mengaburkan dunia dengan pemberitaan palsunya.

“Tiada yang dapat menolong kami kecuali Allah dan setelah Allah yaitu Anda semua,” tambah Kareem.

Upaya evakuasi warga sipil dan sekelompok oposisi bersenjata yang menyerah telah ditangguhkan menyusul adanya tembakan terhadap konvoi kendaraan kemanusiaa yang ingin meninggalkan sisi timur kota itu.

Namun, menurut informasi terbaru dari seorang pejabat kelompok oposisi, sebuah kesepakatan gencatan senjata baru untuk mengevakuasi puluhan ribu anggota oposisi Suriah dan warga sipil dari Aleppo timur telah tercapai.

Pejabat oposisi mengatakan kepada Al Jazeera pada Sabtu (17/12) bahwa kesepakatan itu memungkinkan untuk melakukan evakuasi lengkap.

Berbicara kepada kantor berita Reuters, sumber dari pemerintah Suriah menegaskan terjadinya perjanjian baru itu.

Pengumuman Sabtu ini, muncul setelah perjanjian sebelumnya yang ditengahi oleh Turki dan Rusia runtuh, yang menyaksikan pihak pemerintah dan oposisi Suriah saling menyalahkan. (Mina)

Comment

Rekomendasi Berita